Banyuasin, Onlineberita.id – Kerusakan ruas jalan desa tepatnya di RT 1 dusun 1 Desa Muara Sugih Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin yang rusak berat tak kunjung di perbaiki. lebih kurang 10 tahun terakhir ini masyarakat desa tersebut harus berhadapan dengan lumpur setiap musim hujan tiba.
Hal ini mendapat perhatian serius dari Tokoh masyarakat desa tersebut, berbagai upaya dilakukan masyarakat agar dapat menikmati jalan bagus namun tak kunjung dirasakan baik meminta bantuan ke kabupaten banyuasin maupun ke provinsi, sedangkan jalan tersebut setiap hari dilalui dua perusahaan perkebunan kelapa sawit.
“Jalan ini tidak akan bagus jika hanya menunggu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin ataupun Provinsi Sumsel harus menempuh cara lain. Salah satunya meminta bantuan Perusahaan Besar Swasta (PBS) untuk ikut serta memperbaikinya,” ucap Tokoh Masyarakat inisial M, yang meminta namanya tidak usah disebut. Selasa (28/2).
Menurut dia, seluruh PBS bisa menggunakan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan untuk perbaikan ruas jalan yang dilalui, upaya untuk menjalankan program CSR menggunakan dana yang berasal langsung dari perusahaan.
“Mewakili masyarakat kami hanya berharap jalan desa kami ini dapat segera di realisasikan oleh perusahaan sebab setiap hari menggunakan jalan desa kami ini, untuk kerusakan jalan desa lebih kurang 1.5 kilometer,” pungkasnya
Diakui tokoh masyarakat ini, sebelumnya masyarakat bersama Kepala desa telah beberapakali menemui pihak PT. DAU dan PT GANDASARI, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut, jalan tetap hancur di karenakan perbaikan manual dari masyarakat tidak sesuai dengan harapan.
“Kami berharap jalan ini ditimbun agregat koral dan itupun hanya beberapa kubik, sedangkan jalan rusak semakin lama semakin berat satu-satunya perusahaan yang bisa membantu,” jelasnya
Pantauan awak media di lapangan kerusakan jalan desa tersebut memang benar adanya, akses jalan yang rusak tersebut selain membuat warga tidak nyaman setiap kali melintas, bahkan kondisi jalan rusak menjadi pemicu rawan kecelakaan, sampai berita ini diturunkan kepala desa setempat dan pihak kecamatan Tanjung Lago belum bisa dimintai keterangan. (Tri sutrisno).












