PALEMBANG, Olnlineberita.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU, ASEAN Eng menghadiri Rapat Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama kasatpel, mitra, dan yayasan se-Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (28/2/2026).
Kehadiran Sekda Banyuasin tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai langkah strategis pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kesempatan itu, Erwin Ibrahim menegaskan komitmen penuh Pemkab Banyuasin dalam menyukseskan program MBG di daerah.
“Program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi tentang menyiapkan generasi Banyuasin yang sehat, cerdas, dan bebas stunting untuk menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Ia menilai, program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia, sehingga perlu dukungan lintas sektor agar pelaksanaannya berjalan efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.
Rapat konsolidasi ini juga dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG di Sumsel relatif minim kabar negatif karena masyarakat merasakan langsung manfaatnya.
Menurut Herman Deru, keberhasilan itu didukung komitmen kuat dalam pemberantasan stunting. Sumatera Selatan bahkan meraih penghargaan pada 2023 sebagai provinsi dengan penurunan angka stunting terbanyak dan kini berada di peringkat kedua dengan persentase stunting terkecil secara nasional.
Ia juga menyebutkan ketersediaan bahan baku di Sumsel mendukung keberlanjutan program tanpa perlu impor, sejalan dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan. Selain itu, Sumsel lima tahun berturut-turut tercatat sebagai juara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Irjen Pol. Sony Sonjaya, S.I.K menekankan bahwa program MBG memiliki dua tujuan utama, yakni menciptakan generasi unggul melalui asupan gizi seimbang serta mendorong peningkatan perekonomian daerah.
Ia mengingatkan seluruh pelaksana untuk disiplin dan taat aturan karena seluruh aktivitas program tercatat dan diawasi secara ketat. Bahkan, setiap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan memiliki media sosial dan aktif mempublikasikan kegiatan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik.
Secara nasional, tercatat sekitar 32 ribu SPPI, 24 ribu mitra, dan 24 ribu SPPG terlibat dalam program tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah pejabat pusat dan daerah, di antaranya Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Dr. Harjito B., S.STP., M.Si, Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN Prof. Dr. Ir. Sitti Aida Adha Taridala, M.Si, Anggota Komisi III DPD RI dr. Ratu Tenny Leriva, M.M, serta jajaran Pemprov Sumsel dan kepala perangkat daerah terkait.
Melalui konsolidasi ini, Pemkab Banyuasin berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayahnya semakin terarah dan mampu berkontribusi signifikan dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas generasi muda. (*).
Editor : Martin












