Banyuasin, Onlineberita.id – Peralihan dari musim panas ke musim hujan yang disebut Pancaroba, Kabupaten Banyuasin akan menghadapi ancaman bencana alam yang berpotensi terjadinya banjir, angin puting beliung, hingga bencana alam lainnya dikhawatirkan meningkat.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuasin yakni Penjabat(Pj) Bupati Banyuasin Hani S Rustam melalui Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin Alpian mengatakan, pihaknya telah menyiagakan delapan posko bencana di seluruh wilayah Kabupaten Banyuasin. Rabu (06/12).
“Kami sudah menyiagakan delapan posko bencana di seluruh wilayah Banyuasin. Posko bencana karhutla kita tarik, kita ubah jadi posko bencana pancaroba, posko tersebut diisi TRC, masyarakat dan TNI-Polri. Seperti Kecamatan Rantau Bayur, Pangkalan Balai, dan kecamatan Talang Kelapa, serta daerah perairan lainnya, termasuk daerah rawan bencana”, ujarnya.
Hal ini dapat terjadi karena wilayah tersebut memiliki topografi yang berbukit-bukit dan dekat dengan sungai, sehingga dapat diprediksi bencana alam dapat terjadi.
“Kecamatan Rantau Bayur, Pangkalan Balai, dan Talang Kelapa, serta daerah perairan lainnya, termasuk daerah rawan bencana. Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada,” kata Alpian.
Untuk mengantisipasi terjadinya bencana serupa, BPBD Banyuasin telah melakukan sejumlah upaya, antara lain, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Masyarakat juga dihimbau untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, dengan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah terjadinya banjir.
Melakukan reboisasi untuk mencegah terjadinya longsor. Memiliki rencana evakuasi jika terjadi bencana.
Potensi bencana pancaroba di Banyuasin memang meningkat setiap tahunnya. Pada tahun lalu, banjir merendam rumah warga di ibukota, Talang Kelapa dan lainnya.
BPBD Banyuasin mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga menghadapi bencana. (Ma/SMSI Banyuasin).












