BanyuasinNasionalPendidikan

Kepala SDN 12 Betung, Alergi Media dan LSM

65
×

Kepala SDN 12 Betung, Alergi Media dan LSM

Sebarkan artikel ini

Onlineberita.id Senin 10 Juni 2024.

Banyuasin – Sosialisasi saber pungli pada Jum’at (07/06) lalu, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, menyita perhatian banyak publik, menyimak dari lontaran pembicaraan oknum Kapala Sekolah Dasar Negeri 12 Betung.

Bagaimana tidak, sosialisasi kerjasama Inspektorat dan Polres Banyuasin dihadiri 35 kepala Sekolah di Kecamatan Betung, seharusnya membahas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 junto. Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang memberantas tindak pidana Saber pungli, berubah menjadi hal yang terdengar tidak mengenakan bagi insan media dan LSM yang terekam dalam sebuah vidio dari seorang media yang hadir di kegiatan tersebut.

Sesi tanya jawab, Kepala SDN 12 Betung berinisial A bertanya mengenai cara Identifikasi keberadaan media dan LSM, dalam sesi itu Oknum Kepsek mencurahkan isi hatinya di forum, menuding hadirnya media dan LSM sebagai tamu tak diundang, dapat diartikan bahwa kepala Sekolah tersebut Alergi.

“Mungkin sama dengan kepala sekolah yang lain, kami didatangi tamu tak di undang mengaku dari media dan LSM, kadang – kadang mengunakan ID Card, info nya ada yang asli ada yang mengaku – ngaku, juga datang dari berbagai daerah, bagaimana cara kami mengidentifikasi nya,” ketus Kepala SDN 12 di forum tersebut.

Dari pertanyaan itu menimbulkan paradigma buruk, terkesan mengecap jelek keberadaan Media dan LSM khususnya Banyuasin umumnya di Sumatera Selatan.

“Media dan LSM tamu tak di undang, bahasanya itu semacam pelecehan, seolah-olah media dan LSM selalu membawa bencana bagi kepala SDN 12 Betung, kenapa tidak di verifikasi langsung ke media atau LSM yang di atas namakan, tidak ada salah atau kesalahan kenapa harus takut dengan Media dan LSM, tidak pantas di ucapkan seorang Guru apalagi kepala Sekolah hal tersebut di forum,” ujar Alam wartawan garislensa.id yang hadir di kegiatan tersebut.

Terpisah, Ruslan, S.Pd, M.Pd koordinator wilayah Betung saat di hubungi mengatakan, mungkin tujuan dari penyampaian Kepala SDN 12 di forum tersebut hanya untuk oknum, bukan ditujukan secara keseluruhan.

“Ya itu kesalahan penyampaian Kepala SDN 12 Betung, saat sesi tanya-jawab dia tidak menyebutkan oknum saat bertanya di forum, tujuan sebenarnya itu untuk oknum bukan secara keseluruhan,” kilah Ruslan saat menjelaskan ke awak media dari telpon selulernya, terkesan korwil Betung terburu-buru ingin mengakhiri percakapan singkatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Aminuddin, S,Pd., S.IP., MM saat dikonfirmasi Senin (10/06) sore, menjelaskan bahwa, Kepala SDN 12 Betung bertanya saat di forum Sosialisasi Saber Pungli di SDN 1 Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung tujuannya ke oknum bisa jadi salah sebut.

“Mungkin itu bagian dari keresahan Kepsek saja, beliau berbicara di forum Sosialisasi Saber Pungli yang diadakan inspektorat dan Polres Banyuasin, tujuannya mengarah ke oknum Media dan LSM yang mengaku – ngaku, namun kesalahannya saat dia berbicara yaitu tidak mengunakan kata-kata OKNUM,” jelas Aminuddin.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada upaya dari Korwil Betung dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, memberikan teguran keras untuk kepala SDN 12 Betung. Ucapan yang keluar dari mulutnya tidak mencerminkan bahwa dia seorang pendidik, sewaktu-waktu dapat menular ke generasi yang di didiknya saat ini. (Ma).

You cannot copy content of this page