BanyuasinNasionalPendidikan

Disdikbud Harus Minta Maaf ke LSM dan Wartawan di Banyuasin

31
×

Disdikbud Harus Minta Maaf ke LSM dan Wartawan di Banyuasin

Sebarkan artikel ini

Onlineberita.id Senin 17 Juni 2024.

Banyuasin – Pertanyaan oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Betung beberapa waktu lalu, dinilai menjatuhkan Marwah wartawan dan LSM di Kabupaten Banyuasin di dalam forum terus berbuntut panjang, berkaitan dengan kode etik oknum kepala sekolah yang merupakan ketua mkks Kecamatan Betung.

Rasyid Dikin, Ketua LSM Pandawa Lima Kabupaten Banyuasin menuturkan kecewanya terkait ucapan oknum Kepala SDN 12 Betung, meski Oknum Kepsek berdalih tidak ada maksud lain namun ucapan di dalam forum itu disengaja, jelas mencoreng nama Wartawan dan LSM dalam menjalankan tugasnya sebagai sosial kontrol.

“Kami sayangkan mengapa oknum kepsek bisa berbuat demikian sedangkan yang bersangkutan orang berpengaruh untuk tingkat kepsek, jelas ini juga kesalahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin, dalam mendidik kepsek tidak menjaga etika, setiap kepala sekolah pasti di beri pembekalan, apa gunanya pelatihan untuk kepala sekolah sampai keluar Jawa menghabiskan dana yang tidak sedikit setiap tahunnya,” Ucap Rasyid.

Ditambahkannya, bukan hanya kecaman, Disdikbud Kabupaten Banyuasin harus bertanggung jawab atas semua ini, tidak adanya etika oknum Kepsek yang dinilai mencoreng nama baik wartawan dan LSM harus mendapat sangsi tegas, maksimal pemberhentian tidak hormat.

“Mewakili kawan satu profesi, kami meminta PJ Bupati Banyuasin beri sangsi tegas baik oknum kepsek maupun pihak Disdikbud Kabupaten Banyuasin, sehingga ini menjadi pelajaran bagi ASN dan PNS yang selalu memandang rendah sebuah profesi,” tegasnya.

Terpisah, Indosapri Ketua Ormas Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kabupaten Banyuasin, meminta PJ Bupati segera periksa kinerja Kepsek dan Kadisdikbud Banyuasin, dimana saat ini banyak kepsek tidak mengutamakan etika dalam berbicara apalagi itu berbicara di muka umum.

“Ini suatu penghinaan untuk kami dalam berorganisasi, akan kami suarakan hal ini melalui aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati dan Disdikbud Banyuasin, keinginan kami baik kepsek maupun Kadisdikbud Banyuasin harus meminta maaf atas penghinaan tersebut,” tutupnya.

Menanggapi respon LSM, Ormas, dan Organisasi Wartawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banyuasin melalui Sekretaris Dinas, Supriyanto, S.Pd, M.Si, akui teledor dan gagal dalam membina kepala sekolah.

“Kita akui ini teledor, dan sudah gagal dalam membina, sebab bagian dari pembinaan ini jelas ada Kepala dinas, Sekretaris dinas dan Kepala Bidang. Kami akan mencari solusi terbaik yang bersangkutan harus meminta maaf dimuka umum pula,” jelas pria yang akrab disapa Mas Pri.

Menurutnya, ucapan yang keluar dari mulut Oknum kepala sekolah tersebut memang tidak pantas sebagai seorang pendidik, dan ini tanggung jawab Disdikbud Banyuasin untuk menyelesaikan permasalah ini.

“Kita akan panggil kepsek tersebut, kesalahannya tidak menyebutkan kata oknum saat melontarkan pertanyaan, jelas itu salah dan saya pun tidak akan melakukan pembenaran atau mengatakan bahwa yang bersangkutan dalam situasi yang benar,” ucapnya kepada wartawan.

Sekretaris Disdikbud Banyuasin berharap masalah ini tidak berlanjut, dan akan duduk bersama wartawan, LSM dan Ormas agar dapat menemukan solusi terbaik sebagai mitra. (Ma).

You cannot copy content of this page