Onlineberita.id Senin 05 Agustus 2024.
Banyuasin – Upaya dan respon cepat Pemkab Banyuasin terkait masalah air bersih masih menjadi pokok utama di masyarakat, diakui warga janji yang diberikan pemerintah beberapa waktu lalu hanya omong kosong belaka, buktinya sampai akhir jabatan PJ Bupati Hani Syopiar Rustam masalah air tetap belum bisa di tuntaskan.
Permasalahan air bersih di Banyuasin terjadi disetiap cabang PDAM, lebih dari 2 minggu warga desa Pelajau tidak menerima air, dimana mereka tetap membayar meskipun tidak menerima pasokan air yg cukup, upaya dan respon pemkab Banyuasin tetap tidak membuahkan hasil meski banyak prestasi bidang lain yang di raih namun kebutuhan air selalu menjadi masalah di masyarakat.
Hal serupa juga terjadi di wilayah Talang Kelapa beberapa tahun terakhir sampai sekarang air tidak mengalir, wilayah Kecamatan Sembawa dan wilayah lainnya juga sama tidak ada yang maksimal pelayanan air bersihnya, apalagi di musim kemarau saat ini air sangat di butuhkan masyarakat.
“Masa Jabatan PJ Bupati H. Hani Syopiar Rustam berakhir 22 Juli lalu, sampai diganti PJ Bupati Baru progres perbaikan layanan air PDAM Tirta Betuah tetap tidak ada perubahan, utamanya daerah yang secara tata letak hanya berjarak 10 menit dari pusat Pemerintahan Kabupaten Banyuasin,” jelas Mail Warga desa Pelajau.
Ditambahkannya, meski ramai di pemberitaan ada upaya dan respon PJ Bupati HSR saat itu, tetap saja tidak ada solusi hingga kini memasuki musim kemarau.
“Dari dulu jadwal mengalirnya air bersih tidak bisa ditebak, sekarang sudah lebih dari 2 minggu air dari PDAM belum di alirkan untuk wilayah RT. 001 Sudah hampir 4 tahun tidak mendapatkan air, harapan kami pun seolah sirna seiring pergantian PJ Bupati,” ujarnya.
Lebih lanjut Dia mempertanyakan respon serta upaya disampaikan PJ Bupati HSR dulu itu benar – benar dilaksanakan atau hanya sekedar memberi harapan saja.
“Pemberitaan yang beredar itu kan PJ Bupati HSR sudah ada audiensi dengan PUPR, lokasi PDAM sudah ditinjau dan ada diskusi dengan perusahaan Vietnam bahkan menyebutkan air bersih sudah menjadi isu perhatian dunia, nah ini jangankan dunia kita yang dekat dengan kantor Bupati Banyuasin Kekeringan air bersih, kami menunggu upaya serta respon cepat itu seperti apa dari pemerintah, jangan hanya sekedar memberi harapan,” Lanjutnya.
Terpisah Emi Warga Siantar Kelurahan Pangkalan Balai merasa dirugikan tidak mengalirnya air ke masyarakat.
“Kami masyarakat merasa dirugikan, air tidak mengalir dimana perhatian pemerintah akan kondisi PDAM Tirta Betuah, kami berharap pemerintah menentukan pembangunan hendaknya bisa memprioritaskan dan tahu mana yang dibutuhkan masyarakat mana yang belum,” Sambung Emi.
Sementara itu Cik Dahlan ST Kepala Bagian teknik PDAM Tirta Betuah saat dibincangi menceritakan kondisi sebenarnya yang ada di tubuh PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin.
“Memang pernah ada pengajuan terkait PDAM Tirta Betuah, tepat nya di lokasi Lebung, pompa sudah ada, daya bisa saja di tambah, tapi kondisinya infrastruktur PDAM yang masih kurang, utama tempat penampungan air, kami PDAM hanya pelaksana saja,” Ucapnya.
Dengan kondisi saat ini Khususnya masyarakat Desa Pelajau dan Pangkalan Balai, umumnya wilayah Kelurahan serta Desa lain di Kabupaten Banyuasin yang ada cabang PDAM nya juga bermasalah dengan air bersih, sebagai pelanggan masih menunggu tindakan pemkab Banyuasin jangan hanya sebatas seremonial belaka. (Ma).












