BanyuasinNasionalSumsel

Pengerjaan Trotoar Jadi Sorotan Buruk Masyarakat 

70
×

Pengerjaan Trotoar Jadi Sorotan Buruk Masyarakat 

Sebarkan artikel ini

Onlineberita.id Ahad 15 September 2024

 

Banyuasin – Pembangunan trotoar jalan yang saat ini tengah dikerjakan pihak kontraktor PT Samudera Perkasa Kontruksi agar mempercantik wajah Pangkalan Balai nampak layaknya sebuah kota, menjadi sorotan buruk dari warga dan tokoh masyarakat yang tinggal di seputar lokasi bangunan.

Keinginan Pemerintah Kabupaten Banyuasin mempercantik wajah kota dengan menggelontorkan sejumlah uang dengan nominal tidak sedikit yaitu hampir dua puluh miliar rupiah, diduga tidak disertai dengan keseriusan pekerjaan, hal itu terlihat dari pembangunan yang terkesan asal jadi atau dibangun bukan untuk jangka panjang.

Mendapat laporan masyarakat satu sepekan tim media melakukan pengkroscekan terhadap bangunan trotoar, tampak pengerjaan yang dilakukan pihak kontraktor seperti kekurangan bahan material semen, disinyalir bangunan trotoar tersebut tidak akan bertahan lama karena minimnya kekuatan untuk bangunan.

“Pembangunan trotoar berpondasi memakai batu kali menurut kami tidak menjamin kekuatannya, sebab batu yang ditumpuk lalu di siram adukan semen dicampur pasir yang notabene nya terlihat lebih banyak pasir dibandingkan semen, dipastikan tidak dapat bertahan lama,” ujar Wawan warga Pangkalan Balai yang melihat langsung cara kerja pembuatan trotoar.

Ditambahkan Wawan, trotoar yang dibangun persis di pinggir jalan lintas, dimana getaran kendaraan ber stonase berat setiap waktu melintas dapat merubah sifat bangunan yang tadinya kokoh, perlahan akan hancur karena sedikitnya menggunakan material semen.

“Sebagai warga kami kecewa atas pembangunan trotoar ini, dalam waktu dua atau tiga bulan memang tidak kelihatan, namun satu atau dua tahun kedepan kami yakin trotoar ini perlahan akan ambruk tidak memiliki kekuatan pengikat karena material semen sangat sedikit,” jelasnya.

Sementara Tokoh Masyarakat Banyuasin Syamsuri H. Anang Jahri kepada wartawan media ini menilai, jika proyek pembangunan trotoar jalan untuk mempercantik kota Pangkalan Balai tersebut gagal, mengapa demikian karena pekerjaannya asal-asalan tidak sesuai standar proyek.

“Saya ini mantan anggota DPRD jadi tau persis pembangunan berbobot dan tidaknya, apalagi ini di jalan lintas tidak boleh sembarang fatal nanti akibatnya, pembangunan trotoar ini gagal dan bukan proyek jangka panjang sebab sudah terlihat dari proses pengerjaannya asal jadi,” tegasnya.

Melihat pekerjaan trotoar ini, tokoh masyarakat Banyuasin Syamsuri meminta wakil rakyat untuk turun langsung melihat, karena pekerjaannya menggunakan uang rakyat yang di anggarkan pemerintah tidak sesuai harapan.

“Saya meminta DPRD Kabupaten Banyuasin segera melakukan sidak terhadap pembangunan trotoar jalan, sebab selama pekerjaan dilakukan minim pengawasan dari dinas, saya juga meminta agar Kejaksaan negeri Banyuasin untuk segera melakukan audit terhadap penggunaan dana yang digunakan untuk pembangunan trotoar jalan,” tutupnya.

Sampai berita ini terbit, pihak kontraktor PT Samudera Perkasa Kontruksi belum memberikan statement jawaban, terkait pembangunan trotoar jalan, meskipun wartawan media ini telah berupaya untuk keberimbangan berita. (Tim).

You cannot copy content of this page