Palembang – (07/06) Kasus COVID-19 di Taiwan Meningkat 78% dengan Hampir 6.000 Orang Mencari Perawatan Medis Pekan Lalu, Menjadikannya Kenaikan Mingguan Keempat Berturut-Turut Menurut Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan pada Selasa (6/5), Sementara Indonesia Juga Mulai Menunjukkan Tren Kenaikan Meski Belum Signifikan.
Taipei, 7 Mei (CNA) – Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan melaporkan sebanyak 5.853 kunjungan rawat jalan dan gawat darurat akibat COVID-19 dari 27 April hingga 3 Mei, meningkat 78% dibanding pekan sebelumnya dan menjadi angka tertinggi tahun ini, di mana Wakil Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun menyatakan tren ini menunjukkan peningkatan cepat meski jumlah kasus masih sekitar 30% dari puncak gelombang sebelumnya yang mencapai 19.334 kunjungan pada periode sama tahun 2024, sementara ia juga memprediksi puncak gelombang ketujuh infeksi Omicron ini akan terjadi pada Mei atau Juni mendatang dengan perkiraan sepertiga hingga setengah dari tingkat gelombang sebelumnya yang mencapai 130.000 kasus per minggu.**
Di Sisi Lain, Indonesia Juga Mulai Menghadapi Kenaikan Kasus COVID-19 dalam Beberapa Pekan Terakhir Meski Belum Setajam Taiwan, di mana Kementerian Kesehatan RI Mencatat Kenaikan 20-30% Kasus Aktif Dibanding Maret 2024 dengan Klaster Keluarga dan Perkantoran Mulai Bermunculan, sehingga Pemerintah Mengimbau Masyarakat, Terutama Lansia dan Komorbid, untuk Segera Melengkapi Vaksinasi Booster serta Meningkatkan Kewaspadaan di Ruang Publik.
Selain Itu, CDC Taiwan Menyebutkan Empat Kematian dan 33 Kasus Berat Akibat COVID-19 Terjadi dari 29 April hingga 5 Mei, dengan Total 203 Kasus Berat dan 37 Kematian Sejak Awal 2024 yang Mayoritas Menimpa Lansia 65+ Tahun atau Penderita Penyakit Kronis serta 91% di Antaranya Belum Divaksin JN.1, sehingga Pemerintah Taiwan Mendesak Masyarakat yang Sudah Mendapat Dosis Pertama Vaksin JN.1 Enam Bulan Lalu untuk Segera Melakukan Vaksinasi Dosis Kedua demi Meningkatkan Perlindungan.
Sementara Itu, Hingga Minggu Lalu, Taiwan Telah Memberikan 2,088 Juta Dosis Vaksin JN.1 dengan Cakupan Nasional 8,7%, Sedangkan di Indonesia, Kemenkes Masih Memantau Perkembangan Varian Ini dan Memperkuat Surveilans Genomik untuk Mendeteksi Potensi Varian Baru, di Masyarakat Juga Diimbau untuk Tetap Memakai Masker di Kerumunan dan Segera Tes Jika Mengalami Gejala.
Analisis Menunjukkan Bahwa Kenaikan Kasus di Taiwan Dapat Menjadi Peringatan bagi Indonesia untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan, Mengingat Kedua Negara Sama-Sama Menghadapi Ancaman Varian JN.1 yang Lebih Menular, sehingga Koordinasi Antara Pemerintah dan Masyarakat Sangat Dibutuhkan untuk Mencegah Gelombang Baru yang Lebih Besar.
(Sumber: CNA, Kemenkes RI, WHO).REPORTER : ANDY_uk17












