BanyuasinBeritaNasional

Semua Pihak Ikut Sinergi Atasi Karhutla Banyuasin

36
×

Semua Pihak Ikut Sinergi Atasi Karhutla Banyuasin

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, – Bupati Banyuasin H. Askolani memastikan pelaksanaan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bumi Sedulang Setudung Kabupaten Banyuasin berjalan dengan baik.

Dalam memimpin gelar pasukan di halaman Kantor Bupati Banyuasin, Bupati Banyuasin H Askolani mengecek satu persatu personil beserta perlengkapan karhutla. Rabu (25/06).

“Kami tidak ingin perlengkapan dan peralatan yang akan digunakan pada saat karhutla mengalami kerusakan. Dicoba dulu, takutnya tidak hidup (motor) saat mau digunakan,” kata Bupati H. Askolani kepada petugas manggala agni.

Setelah mengecek kendaraan roda dua maupun roda empat, Askolani juga mengecek mesin pompa air dan peralatan inti lainnya dalam memadamkan api, dilanjutkan dengan simulasi memadamkan api yang sedang membakar hutan.

“Ini sebagai antisipasi saja, jangan sampai nanti di lapangan terdapat peralatan rusak dan tidak hidup,” jelasnya didampingi Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim dan Reza Kepala BPBD Banyuasin.

Diakui Bupati Banyuasin, tahun 2025 ini, Pemkab Banyuasin akan berkolaborasi dengan semua pihak, baik TNI/POLRI, Manggala Agni, BPBD, perusahan perkebunan dan seluruh masyarakat Banyuasin untuk antisipasi karhutla.

“Kami mengharapkan kerja sama dan kekompakan dalam penanggulangan Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan di Kabupaten Banyuasin,” tukasnya.

Apalagi berkat kolaborasi, angka karhutla mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Berdasarkan pada Kementerian Kehutanan pada Tahun 2023 di Kabupaten Banyuasin terdapat 27.025,95 Ha luas lahan yang terbakar.

“Tahun 2024 terjadi penurunan menjadi 2.891,30 Ha luas lahan terbakar,” imbuhnya.

Askolani sendiri mengharapkan di Banyuasin zero Hotspot maupun Zero Fire spot, tentunya semua pihak segera mengambil langkah-langkah kongkrit antara lain menyiagakan seluruh Aparatur Pemerintah Daerah dari tingkat Kabupaten sampai tingkat Kecamatan, Lurah/Desa.

Kemudian mengkoordinasikan dengan TNI, POLRI, Manggala Agni, BPBD, Kelompok Tani Peduli Api dan Relawan Siaga Bencana serta unsur masyarakat lainnya agar meningkatkan konektivitas dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat kebakaran hutan, kebun dan lahan. (Tin).

You cannot copy content of this page