BanyuasinBeritaEconomyNasionalSumsel

Panen Melon 2,5 Ton di Lapas Banyuasin, Warga Binaan Didorong Mandiri Pangan

275
×

Panen Melon 2,5 Ton di Lapas Banyuasin, Warga Binaan Didorong Mandiri Pangan

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, Onlineberita.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin memanen sekitar 2,5 ton Melon Inthanon sebagai hasil program pembinaan kemandirian warga binaan, Jumat (6/2/2026). Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno.

Kegiatan panen raya ini menjadi bagian dari penguatan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus pemanfaatan lahan terbatas di dalam lapas agar lebih produktif. Sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Sumatera Selatan turut hadir sebagai bentuk dukungan.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin Tetra Destorie menjelaskan, budidaya Melon Inthanon dilakukan selama kurang lebih 70 hari masa tanam dengan melibatkan lima warga binaan yang mendapat pendampingan langsung serta bekerja sama dengan Kelompok Petani Melon Banyuasin.

“Melon ditanam di lahan seluas 10 x 46 meter menggunakan 1.012 polibag, dengan rata-rata berat buah mencapai 2,5 kilogram per buah. Total panen mencapai sekitar 2,5 ton,” ujar Tetra dalam laporannya.

Menurut Tetra, program budidaya melon ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran keterampilan pertanian modern bagi warga binaan. Program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden RI serta Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.

Selain melon, Lapas Kelas IIA Banyuasin juga mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian lainnya, seperti barbershop, laundry, budidaya pakcoy dengan hasil panen 201 kilogram, maggot, perikanan lele, ayam petelur, konveksi, hingga produksi tempe.

Sementara itu, Erwedi Supriyatn mengapresiasi kinerja jajaran Lapas Banyuasin yang dinilai berhasil menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Panen raya ini membuktikan bahwa warga binaan tidak hanya dibina dari sisi kepribadian, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi,” kata Erwedi.

Ia juga mendorong seluruh UPT Pemasyarakatan di Sumatera Selatan untuk mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Melalui panen raya Melon Inthanon ini, Lapas Kelas IIA Banyuasin menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan produktif dan berkelanjutan, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan ketahanan pangan nasional. (*)

 

Editor: Martin 

You cannot copy content of this page