Banyuasin, Onlineberita.id – Kekosongan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar kembali terjadi di SPBU 24.307.150 yang berlokasi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung Kilometer 52, Kelurahan Seterio, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Pantauan wartawan media ini hingga Selasa (24/2/2026), pengisian solar subsidi di SPBU tersebut hanya dilakukan pada malam hari selama beberapa bulan terakhir, stok solar dinyatakan habis sehingga memicu antrean panjang dan kekecewaan pada pembeli yang tidak mendpatkan BBM.
Didi, salah seorang pembeli mengaku sudah lama mengantri, namun tidak kebagian solar subsidi saat giliran tiba di pengisian.
“Kami ini sudah antri lama. Tapi pas giliran mau isi, katanya solar sudah habis. Kami jelas merasa dirugikan,” ujarnya.
Didi juga menyoroti adanya armada angkutan yang melakukan pengisian dalam waktu cukup lama sehingga menimbulkan tanda tanya di kalangan pembeli lain.
“Tadi ada mobil jenis trus yang isi lama sekali. Kami jadi bertanya-tanya, apakah memang sesuai aturan atau tidak,” katanya.
Keluhan tersebut memunculkan dugaan adanya pengisian melebihi kuota atau lemahnya pengawasan di lapangan pada malam hari. Apalagi, lokasi SPBU berada di jalur strategis yang menjadi akses utama distribusi barang dan jasa di wilayah Banyuasin.
Sementara itu, Pengawas SPBU 24.307.150, Wahyu, membenarkan bahwa stok solar subsidi yang dikirim sebanyak 16 ton habis dalam kurun waktu paling lama sekitar enam jam.
“Stok hari ini 16 ton dan memang habis dalam waktu kurang lebih 6 jam. Tingginya permintaan membuat penyaluran cepat terserap,” jelasnya.
Terkait isu dugaan penimbunan atau permainan distribusi, Wahyu membantah adanya pelanggaran dalam penyaluran.
“Tidak ada penimbunan. Kami menyalurkan sesuai prosedur. Kalau ada karyawan yang melayani pengisian melebihi kuota yang ditentukan, akan kami beri sanksi tegas, bahkan sampai pemecatan,” tegasnya.
Masyarakat berharap instansi terkait turun langsung melakukan evaluasi dan pengawasan berkala guna memastikan distribusi solar subsidi berjalan sesuai ketentuan.
Tanpa transparansi dan kontrol ketat, kelangkaan solar dikhawatirkan terus berulang dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi di Kabupaten Banyuasin dan sekitarnya, akibat pelaku penimbunan BBM Subsidi. (Red).












