MUARA SUGIHAN, Onlineberita.id – Bupati Banyuasin Askolani bersama dua anggota DPRD Dapil IV, Rusman dan Damang Wahyuni, menyerahkan ratusan bingkisan dan paket sembako kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Muara Sugihan (Mugih), Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Desa Beringin Agung sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dan sinergi dengan DPRD.
Bantuan diberikan secara simbolis oleh Bupati dan anggota DPRD, didampingi sejumlah Kepala Perangkat Daerah (KPD) Banyuasin. Paket sembako diharapkan meringankan beban masyarakat dan membantu pemenuhan kebutuhan dasar meski kondisi banjir sudah surut.
Dalam sambutannya, Askolani meminta dinas terkait bergotong royong menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
“Bantuan ini harus diberikan kepada masyarakat yang terdampak langsung, supaya tepat sasaran dan adil bagi warga,” tegasnya.
Bupati juga menegaskan bahwa bantuan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Banyuasin untuk selalu hadir dan memperhatikan masyarakat, meskipun agenda pemerintah sedang padat dengan upaya mendapatkan anggaran pembangunan dari pusat.
Selain menyerahkan bantuan, Bupati Askolani meresmikan Kantor Desa Beringin Agung. Ia berharap keberadaan kantor desa baru ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ini kantornya sudah bagus, tentunya harus diimbangi pelayanan yang bagus juga. Saya tidak ingin ada masyarakat yang tidak terlayani dengan baik,” ujar Bupati.
Anggota DPRD Rusman dan Damang Wahyuni menyampaikan dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam penanganan bencana dan memastikan aspirasi masyarakat terdampak tersampaikan.
“Kami apresiasi pak Bupati atas bantuan yang diberikan. Semoga dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir serta mendorong pemerataan pembangunan di Kecamatan Muara Sugihan,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dalam mengatasi dampak bencana sekaligus meningkatkan pelayanan publik melalui pembangunan fasilitas pemerintahan desa. (*).
Editor : Martin












