BanyuasinBeritaEconomyNasionalSumsel

BPS Paparkan Indikator Makro 2025, Pertumbuhan Ekonomi Banyuasin Naik Jadi 5,40 Persen

224
×

BPS Paparkan Indikator Makro 2025, Pertumbuhan Ekonomi Banyuasin Naik Jadi 5,40 Persen

Sebarkan artikel ini

PANGKALAN BALAI, Onlineberita.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyuasin memaparkan capaian indikator makro daerah dalam audiensi bersama Bupati Banyuasin di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Jumat (27/2/2026). Dalam pertemuan tersebut terungkap, pertumbuhan ekonomi Banyuasin tahun 2025 meningkat menjadi 5,40 persen.

Audiensi yang dipimpin Kepala BPS Banyuasin, Basuki Rahmat, S.ST., M.Stat., itu diterima langsung Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH, didampingi Staf Ahli Salni Fajar dan Kepala Dinas Kominfo-SP Hj. Ida Bahagia.

Basuki Rahmat menjelaskan, pertemuan tersebut membahas pelaksanaan Sensus Tahun 2026 sekaligus pemaparan sejumlah indikator strategis Kabupaten Banyuasin, seperti pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, tingkat pengangguran, hingga data statistik sektoral lainnya.

“Angka pertumbuhan ekonomi kita meningkat dari tahun 2024 sebesar 5,14 persen dan di tahun 2025 naik menjadi 5,40 persen,” ujar Basuki.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di Kabupaten Banyuasin bergerak positif. Selain itu, BPS juga mencatat luas panen Kabupaten Banyuasin pada 2025 mencapai 230.797 hektare dengan produksi 1.175.418 ton gabah kering giling (GKG). Sementara produksi beras tercatat sebesar 674.989 ton.

Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH, menegaskan pentingnya data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan program prioritas serta evaluasi kinerja pembangunan daerah.

Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Banyuasin mendukung penuh pelaksanaan Sensus 2026 agar berjalan optimal dan menghasilkan data berkualitas.

“Pemkab Banyuasin akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPS untuk merumuskan kebijakan berbasis data yang akurat dan komprehensif. Semoga upaya bersama ini semakin mempercepat terwujudnya Banyuasin yang Bangkit, Adil, dan Sejahtera Berkelanjutan,” tegas Askolani.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah daerah berharap pertumbuhan ekonomi yang meningkat dapat diikuti dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta penguatan sektor unggulan daerah, khususnya pertanian, sebagai penopang utama perekonomian Banyuasin. (*).

 

Editor : Martin

You cannot copy content of this page