BeritaEconomyInternasionalNasionalSumsel

PTBA Catat Kenaikan Produksi dan Penjualan Batu Bara 2025 di Tengah Tekanan Harga Global

321
×

PTBA Catat Kenaikan Produksi dan Penjualan Batu Bara 2025 di Tengah Tekanan Harga Global

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Onlineberita.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan peningkatan kinerja operasional sepanjang 2025, di tengah dinamika dan tekanan harga batu bara global. Perusahaan berhasil meningkatkan produksi, penjualan, hingga volume angkutan sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional.

Dalam siaran pers yang diterima, Jumat (2/4/2026), PTBA melaporkan produksi batu bara mencapai 47,2 juta ton atau naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, volume penjualan meningkat 6 persen menjadi 45,4 juta ton.

Sejalan dengan capaian tersebut, volume angkutan batu bara juga mengalami kenaikan sebesar 6 persen, dari 38,2 juta ton menjadi 40,4 juta ton sepanjang 2025.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan ketahanan bisnis perusahaan di tengah fluktuasi harga global.

“Tahun 2025 adalah pembuktian atas resiliensi operasional kami. Meski harga jual rata-rata terkoreksi akibat penurunan indeks Newcastle sebesar 22 persen, PTBA mampu menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan efisiensi operasional dan perluasan pangsa pasar global,” ujar Arsal.

Ia menjelaskan, sekitar 54 persen penjualan batu bara dialokasikan untuk pasar domestik, sementara 46 persen sisanya untuk ekspor. PTBA juga memperluas pasar internasional, tidak hanya di kawasan Asia seperti Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina, tetapi juga menembus pasar Eropa, termasuk Spanyol dan Rumania.

Dari sisi keuangan, PTBA mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun dengan EBITDA mencapai Rp6,08 triliun sepanjang 2025. Selain itu, arus kas operasi meningkat signifikan sebesar 24 persen menjadi Rp6,26 triliun, yang menunjukkan fundamental bisnis perusahaan tetap kuat.

Total aset perusahaan juga meningkat menjadi Rp43,92 triliun, didorong oleh belanja modal (capex) sebesar Rp4,55 triliun yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur, termasuk proyek angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.

Memasuki 2026, PTBA menargetkan produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton, setelah mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa pemotongan volume produksi.

Arsal menambahkan, strategi efisiensi melalui optimalisasi rantai pasok dan selective mining akan terus diperkuat guna menjaga daya saing perusahaan.

“Dengan fokus pada efisiensi dan pengembangan bisnis berkelanjutan, serta tetap mengedepankan tata kelola perusahaan, PTBA optimistis dapat menjaga kinerja positif dan berkontribusi pada perekonomian nasional serta ketahanan energi,” kata dia. (*).

 

Editor : Martin

You cannot copy content of this page