BeritaInternasionalKesehatanNasionalOgan Komering Ulu SelatanSumselTrending

Dokter Internship Meninggal, Dugaan Beban Kerja Berat Disorot ; Alumni FK Unsri Desak Audit Nasional

172
×

Dokter Internship Meninggal, Dugaan Beban Kerja Berat Disorot ; Alumni FK Unsri Desak Audit Nasional

Sebarkan artikel ini

OKU Selatan, Sumatera Selatan, 1 Mei 2026 – Meninggalnya dokter muda, dr Myta Aprilia Azmy, memicu perhatian luas publik dan kalangan medis. Peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius terkait sistem kerja dokter internship di Indonesia.

Apa yang terjadi?

dr Myta, yang tengah menjalani program internship, meninggal dunia setelah sebelumnya dirawat dalam kondisi kritis di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Kabar wafatnya menyebar luas di media sosial sejak Jumat (1/5/2026).

Siapa sosoknya?

Dikenal sebagai dokter yang berdedikasi, dr Myta disebut memiliki komitmen tinggi terhadap profesinya. Dalam catatan pribadinya, ia pernah menulis, “Saya benar-benar menikmati pekerjaan saya dan berkomitmen memberikan yang terbaik di setiap situasi klinis.” Ia juga dikenal menjunjung empati dan keselamatan pasien, serta menjadikan keluarga sebagai sumber motivasi utama.

Di mana dan kapan peristiwa bermula?

Sebelum dirujuk ke Palembang, dr Myta bertugas di RSUD K.H. Daud Arif Kuala Tungkal sebagai bagian dari program internship. Sejak Maret 2026, kondisinya dilaporkan mulai menurun.

Mengapa menjadi sorotan?

Pengurus Besar Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) mengungkap dugaan adanya beban kerja berlebih dan kurangnya perlindungan terhadap dokter internship. Dalam surat resmi tertanggal 30 April 2026 yang dikirim ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mereka menyatakan, “Kami menemukan berbagai rangkaian fakta yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan dokter internship.”

IKA FK Unsri juga mengungkap bahwa dr Myta tetap dijadwalkan jaga malam meski dalam kondisi sakit. “dr Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi,” tulis mereka.

Bagaimana kronologinya?

Kondisi dr Myta dilaporkan terus memburuk, dengan saturasi oksigen sempat berada di bawah 80 persen. Ia kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Selain itu, IKA FK Unsri juga menyoroti dugaan minimnya supervisi, keterbatasan fasilitas medis, hingga adanya tekanan untuk menutup informasi. “Adanya arahan untuk merahasikan kondisi ini serta narasi yang menyudutkan dokter internship menjadi perhatian serius kami,” demikian pernyataan dalam surat tersebut.

Apa langkah selanjutnya?

IKA FK Unsri mendesak pemerintah untuk segera bertindak. “Kami mendesak Kemenkes RI untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap wahana internship,” tulis mereka.

Hingga kini, pihak Kementerian Kesehatan belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, jenazah dr Myta direncanakan dimakamkan di wilayah Muaradua, OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya evaluasi sistem kerja dokter internship, termasuk aspek beban kerja, pengawasan, dan perlindungan tenaga medis muda di Indonesia. (SMSI).

 

Editor : Martin

You cannot copy content of this page