BANYUASIN, Onlineberita.id – Reses ke 2 Masa Persidangan III Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin Daerah Pemilihan (Dapil) Dua (2) meliputi Kecamatan Betung, Suak Tapeh, Pulau Rimau, Selat Penuguan dan Kecamatan Tungkal Ilir, mulai dari tanggal 13 hinggal 16 juli 2026, usulan masyarakat mulai dari Infrastruktur jalan, ketersediaan air bersih, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, hingga penerangan jalan menjadi aspirasi utama masyarakat.
Berbagai usulan yang disampaikan warga langsung didengarkan anggota DPRD Banyuasin, yakni H. Jupriasi, S.IP, H. Ali Mahmudi, SH., M.Si., Farida Ahyati Rohim, Indra Gunawan, Walid Hasim, Abdur Rosyid, Fahmi Wati, SKM., dan Herli, A.Md. turun langsung ditengah masyarakat menanggapi berbagai bentuk usulan yang disampaikan.
H. Jupriadi mengatakan Reses menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak. Mayoritas aspirasi berfokus pada peningkatan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.
Salah satu persoalan yang paling banyak disoroti saat ini kondisi jalan poros yang menghubungkan Desa Pulau Rajak, Desa Lubuk Karet, dan Desa Talang Ipuh sepanjang sekitar 7,5 kilometer. Sebagian ruas jalan memang telah dicor, tetapi kini mengalami kerusakan dan berlubang, sedangkan ruas lainnya masih berupa jalan tanah yang sulit dilalui saat musim hujan.
“Apa yang menjadi usulan masyarakat tentukan akan kami perjuangkan saat paripurna bersama jajaran Pemerintah Daerah, seperti usulan jalan poros ini akan segera kita usahakan diperbaiki karena merupakan akses utama masyarakat. Ketika hujan turun, kendaraan sangat sulit melintas,” ujar Jupri saat berdialog dengan warga.
Selain persoalan jalan, ditambahkan Jupri, warga Desa Pulau Rajak juga meminta dukungan untuk melanjutkan pembangunan Masjid Al-Ikhsan di RT 05 Dusun II. Bangunan masjid berukuran 16 x 16 meter itu belum dapat diselesaikan karena keterbatasan anggaran. Selanjutnya usulan pembangunan pagar sekolah, dan lapangan bola voli di SDN 08 Betung.
“Kami akan berupaya agar pembangunan masjid ini bisa segera diselesaikan, sehingga dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat dalam beribadah, pembangunan pagar sekolah dan lapangan bola voli juga akan kita upayakan dibangun mengingat saat ini lapangan sekolah masih berupa tanah dan belum memiliki pagar” katanya.
Sementara itu, usulan warga Desa Bukit, Kecamatan Betung, meminta pembangunan Gedung PAUD Melati berukuran 10 x 10 meter dapat diselesaikan melalui Dana Aspirasi Dewan, Menurut warga, pembangunan belum dapat dilanjutkan karena keterbatasan Dana Desa yang saat ini banyak pemangkasan.
Selain pembangunan gedung PAUD, masyarakat Desa Bukit juga mengusulkan pembangunan embung atau tempat penampungan air bersih berukuran 20 x 30 meter di RT 05 Dusun I dan RT 11 Dusun II. Fasilitas tersebut dinilai penting karena warga rutin mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau.
“Setiap musim kemarau masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu embung sangat dibutuhkan,” ungkap salah seorang warga.
Reses di Desa Wono Sari, Kecamatan Pulau Rimau, warga meminta rehabilitasi kantor desa yang mengalami kerusakan pada sejumlah ruangan. Mereka juga mengusulkan pengerasan jalan koral atau tanah merah sepanjang 2,5 kilometer di Dusun II agar akses transportasi tidak terganggu saat musim hujan.
Sedangkan di Desa Senda Mukti, masyarakat mengusulkan pengerasan jalan penghubung sepanjang 200 meter yang selama ini sering terendam banjir akibat posisi badan jalan lebih rendah dari wilayah sekitarnya. Warga juga meminta pemasangan 25 titik lampu penerangan jalan karena masih banyak ruas jalan desa yang gelap pada malam hari.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Ali Mahmudi, SH., M.Si., menyatakan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan pembahasan dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran.
“Reses merupakan momentum bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas pembangunan dan kemampuan anggaran daerah,” ujar Ali Mahmudi.
Melalui kegiatan reses tersebut, para anggota DPRD Banyuasin Dapil II menegaskan komitmennya untuk mengawal berbagai usulan masyarakat agar dapat masuk dalam program pembangunan daerah. Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai usulan, tetapi dapat diwujudkan demi meningkatkan kualitas infrastruktur, pendidikan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Banyuasin. (Tin).

















