BanyuasinBeritaDaerahNasionalPolitikSumselTrending

Jembatan Jalur 11 Srikaton Rusak, Warga Air Salek Dihantui Risiko Kecelakaan

86
×

Jembatan Jalur 11 Srikaton Rusak, Warga Air Salek Dihantui Risiko Kecelakaan

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN — Keselamatan pengguna jalan di Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi perhatian setelah kondisi sebuah jembatan di Desa Srikaton, Jalur 11, mengalami kerusakan pada bagian lantainya. Beton badan jembatan tampak berlubang dan pecah hingga tulangan besi terlihat terbuka di jalur yang dilalui kendaraan.

Jembatan tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat setempat. Setiap hari, akses ini digunakan warga untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, mengangkut hasil pertanian, menuju fasilitas pendidikan hingga memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.

Namun, kondisi fisik jembatan yang mengalami kerusakan membuat perjalanan warga kini dibayangi risiko kecelakaan.

Berdasarkan dokumentasi lapangan pada 17 Agustus 2026, terdapat bagian lantai jembatan yang telah kehilangan lapisan beton. Lubang terbuka memperlihatkan susunan besi tulangan di bawahnya. Pada sejumlah bagian lain, permukaan beton juga terlihat mengalami kerusakan.

Situasi tersebut menjadi sangat berbahaya khususnya bagi pengendara sepeda motor. Apabila roda kendaraan masuk ke lubang atau pengendara terlambat menghindar, kecelakaan dapat terjadi.

Akses Penting di Tengah Kawasan Pertanian

Air Salek dikenal sebagai wilayah yang aktivitas masyarakatnya tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan konektivitas antardesa. Infrastruktur jalan dan jembatan menjadi bagian penting dalam menunjang pergerakan penduduk maupun distribusi hasil produksi masyarakat.

Pentingnya konektivitas di kawasan Srikaton sebelumnya juga pernah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Pada April 2024, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui pemberitaan resminya menyebut adanya peninjauan jalan poros Kecamatan Air Salek. Salah satu ruas yang ditinjau adalah jalan dari Desa Srikaton menuju Jalan Perambahan dengan panjang sekitar 7,5 kilometer. Peninjauan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa Srikaton merupakan salah satu kawasan yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar.

Karena itu, kerusakan jembatan di Jalur 11 semestinya tidak dipandang sebagai persoalan kecil.

Lubang Menganga di Jalur Kendaraan

Dari dokumentasi yang diperoleh, titik kerusakan berada di bagian yang dapat dilalui kendaraan. Beton terlihat runtuh dengan diameter cukup lebar dan hanya menyisakan rangka besi.

Kondisi tersebut juga belum terlihat dilengkapi sistem pengamanan permanen di sekitar titik kerusakan.

Jika pengendara yang belum mengetahui kondisi jalan melintas dengan kecepatan tertentu, terlebih pada malam hari atau ketika jarak pandang berkurang, lubang tersebut berpotensi tidak terlihat dari jarak aman.

Bahaya bukan hanya berasal dari kemungkinan roda masuk ke lubang. Manuver mendadak untuk menghindari titik kerusakan juga dapat meningkatkan risiko pengendara kehilangan kendali ataupun bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Pemerintah Diminta Jangan Menunggu Kecelakaan

Kerusakan jembatan ini sudah selayaknya segera mendapatkan pemeriksaan dari instansi berwenang.

Pemerintah Desa Srikaton dan Pemerintah Kecamatan Air Salek dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk memastikan terlebih dahulu status kewenangan jembatan tersebut, kemudian melakukan pemeriksaan teknis terhadap kondisi konstruksi secara keseluruhan.

Hal yang tidak kalah penting adalah melakukan langkah pengamanan sementara.

Pemasangan rambu peringatan, pembatas, lampu atau tanda reflektif di sekitar lubang diperlukan agar pengguna jalan dapat mengetahui titik berbahaya dari jarak yang cukup.

Tindakan sementara tersebut bukan pengganti perbaikan permanen, tetapi penting untuk mengurangi risiko kecelakaan selama proses penanganan dilakukan.

Perlu Audit Kondisi Jembatan, Bukan Sekadar Menutup Lubang

Penanganan juga sebaiknya tidak berhenti pada menambal bagian beton yang telah jebol.

Kerusakan hingga memperlihatkan tulangan besi perlu menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan teknis terhadap pelat lantai, kondisi tulangan, sambungan konstruksi, bagian penyangga serta kemampuan struktur menerima beban kendaraan.

Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk mengetahui penyebab kerusakan sekaligus menentukan metode penanganan yang tepat.

Apabila kerusakan ternyata sudah memengaruhi kekuatan struktur, perbaikan tambal-sulam dikhawatirkan hanya menjadi solusi sementara.

Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menyatakan struktur utama masih memenuhi persyaratan, pemerintah dapat menentukan bentuk rehabilitasi yang diperlukan berdasarkan kajian teknis.

Infrastruktur Desa Menyangkut Roda Ekonomi

Bagi wilayah seperti Air Salek, keberadaan jalan dan jembatan mempunyai dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Ketika akses terganggu, dampaknya dapat menjalar kepada biaya transportasi, distribusi hasil pertanian, perjalanan anak sekolah, pelayanan masyarakat hingga kegiatan perdagangan antardesa.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin sendiri dalam berbagai program pembangunan telah menempatkan konektivitas sebagai salah satu unsur penting dalam mendorong mobilitas masyarakat.

Pada November 2025, misalnya, Pemkab Banyuasin meresmikan jalan penghubung di Desa Bintaran, Kecamatan Air Salek, yang diarahkan untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, pembangunan jalan baru dan pemeliharaan infrastruktur lama semestinya berjalan beriringan.

Masyarakat membutuhkan bukan sekadar akses yang tersedia di atas peta, tetapi jalan dan jembatan yang benar-benar aman untuk dilewati.

Keselamatan Harus Menjadi Prioritas

Jembatan Jalur 11 di Desa Srikaton kini menjadi alarm mengenai pentingnya pemeliharaan infrastruktur secara berkala.

Kerusakan yang hari ini terlihat berupa satu lubang dapat berkembang menjadi persoalan lebih besar apabila tidak segera ditangani. Terlebih jembatan terus menerima beban dan getaran kendaraan setiap hari.

Pemerintah dan instansi teknis terkait diharapkan segera turun ke lokasi, melakukan pemeriksaan, memasang pengamanan sementara serta menentukan langkah perbaikan permanen.

Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan infrastruktur bukan hanya berapa banyak jalan dan jembatan yang berhasil dibangun, tetapi juga seberapa aman infrastruktur tersebut digunakan masyarakat setelah bertahun-tahun beroperasi.

Jangan sampai perhatian baru datang setelah kecelakaan terjadi.

Keselamatan warga Air Salek terlalu berharga untuk menunggu sebuah lubang di jembatan berubah menjadi tragedi.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada Pemerintah Desa Srikaton, Pemerintah Kecamatan Air Salek, Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin maupun pihak berwenang lainnya mengenai status jembatan serta rencana penanganannya.

 

You cannot copy content of this page