BanyuasinBeritaNasionalSumsel

Angka Kemiskinan di Banyuasin Turun Jadi 8,48 Persen, Bupati Askolani Tekankan Pentingnya Satu Data

69
×

Angka Kemiskinan di Banyuasin Turun Jadi 8,48 Persen, Bupati Askolani Tekankan Pentingnya Satu Data

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, Onlineberita.id – Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H. didampingi Sekretaris Daerah Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., MBA, IPU, ASEAN Eng dan jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuasin kembali merilis Berita Resmi Statistik (BRS) Triwulan III Tahun 2025, di Ruang Rapat Bappeda & Litbang Kabupaten Banyuasin, Kamis (16/10/2025).

Kepala BPS Banyuasin Basuki Rahmat memaparkan bahwa tingkat kemiskinan di Kabupaten Banyuasin terus menunjukkan tren penurunan dalam empat tahun terakhir.

“Secara umum pada periode 2021–2025, tingkat kemiskinan di Kabupaten Banyuasin menurun dari 10,75 persen pada tahun 2021 menjadi 8,48 persen pada tahun 2025,” jelas Basuki.

Ia menambahkan, jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan signifikan. Pada tahun 2021 tercatat sebanyak 94,08 ribu jiwa, turun menjadi 84,36 ribu jiwa pada 2024, dan kembali turun menjadi 77,63 ribu jiwa pada 2025.

Selain itu, persentase penduduk miskin ekstrem di Banyuasin juga menurun menjadi 0,49 persen pada tahun 2024.

Menanggapi capaian positif tersebut, Bupati Askolani menyampaikan bahwa agenda rilis data per triwulan akan dijadikan instrumen pengendalian dan pemantauan terhadap capaian pembangunan yang tertuang dalam Visi dan Misi Kabupaten Banyuasin 2025–2029.

“Setiap data yang dirilis bukan sekadar informasi, tetapi juga alat ukur keberhasilan dan sistem peringatan dini (early warning system) terhadap penyimpangan dari target kinerja,” ujar Askolani.

Askolani menegaskan pentingnya penerapan Satu Data Banyuasin, sistem data terpadu dan konsisten yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga menyampaikan tiga poin utama kepada seluruh perangkat daerah :

1. Setiap OPD wajib memastikan ketersediaan data sektoral yang mutakhir, akurat, dan sesuai kaidah metadata nasional.

2. Koordinasi antarprodusen data, wali data (Diskominfo), dan pembina data (Bappeda Litbang serta BPS) harus diperkuat agar integrasi data berjalan optimal.

3. Portal Satu Data Banyuasin harus aktif dan menjadi rujukan resmi bagi pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat dalam mengakses data pembangunan daerah.

Bupati Askolani menekankan bahwa kebijakan yang baik dan tepat sasaran lahir dari data yang akurat dan terintegrasi.

“Data yang akurat akan menghasilkan perencanaan yang tepat, pelaksanaan yang efektif, dan evaluasi yang objektif. Ini penting untuk memastikan seluruh program prioritas seperti peningkatan SDM, layanan dasar, ketahanan pangan, infrastruktur, dan ekonomi rakyat berjalan sesuai arah visi Banyuasin Bangkit, Adil, dan Sejahtera Berkelanjutan,” tegasnya.

Askolani menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa rilis data Triwulan III ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem pengendalian pembangunan, meningkatkan transparansi, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Banyuasin. (*).

 

Editor : Martin 

You cannot copy content of this page