BanyuasinNasionalPendidikan

Asnaini : Disdikbud Banyuasin Belum Berhasil Mendidik Etika Kepsek

31
×

Asnaini : Disdikbud Banyuasin Belum Berhasil Mendidik Etika Kepsek

Sebarkan artikel ini

Onlineberita.id Kamis 13 Juni 2024.

Banyuasin – Pertanyaan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri 12 Betung, pada forum Sosialisasi Saber Pungli Jum’at (07/06/24) lalu, bertempat di SDN 1 Desa Lubuk Karet kecamatan Betung.

Oknum Kepala SDN 12 (A) kepada wartawan mengungkapkan permintaan maafnya atas pertanyaannya yang menyebut “Media dan LSM tamu tak diundang”, menurutnya ada yang asli dan tidak asli dan dirinya sadar tidak menyebutkan nama oknum pada saat bertanya.

“Secara pribadi saya meminta maaf atas ucapan saya waktu itu, pengalaman saya waktu itu pernah dilaporkan LSM dari Palembang, makanya di forum muncul pertanyaan dari pikiran saya untuk bertanya karena tidak ada peserta yang bertanya, namun jujur tidak ada maksud saya menyudutkan Media dan LSM,” ucapnya. Kamis (13/06).

Viralnya berita Oknum Kepala SDN 12 mendapat terugaran keras dari Ketua LSM Nusantara Express, ketua Ormas JPKP dan Sekum Ormas Banyuasin Center yang mengecam dan akan melakukan aksi atas pertanyaan oknum tersebut.

“Atas sikap dari oknum Kepsek tersebut, kami LSM dan ormas yang bertugas di Banyuasin akan melakukan aksi, menuntut kembalikan marwah LSM dan wartawan atas sikap oknum yang menyebut media dan LSM tamu tak diundang, bahkan ada yang tidak asli,” tegas Ismail Abdulah ketua LSM Nusantara Express.

Terkait pemberitaan oknum Kepala SDN 12 Betung, atas pertanyaan dalam forum Sosialisasi Saber Pungli beberapa waktu lalu, mendapat tanggapan dari Asnaini Khamsin Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuasin.

Asnaini menyayangkan pernyataan oknum Kepsek tersebut. “Ini mengindikasikan bahwa Disdikbud Kabupaten Banyuasin belum berhasil mendidik etika Kepsek. Wartawan dan LSM itu bukan tamu, mereka datang ke sekolah menjalankan tugas sebagai kontrol sosial” jelasnya.

Ditambahkan Asnaini, wartawan dan LSM mitra pemerintah mengapa langkah mereka harus dibatasi bila tidak melanggar etika.” tutup Asnaini. (Ma).

You cannot copy content of this page