BanyuasinBeritaKesehatanNasionalSumsel

Dapur SPPG di Banyuasin Diduga Tak Higienis, Banyak Lalat dan Petugas Tak Gunakan APD

191
×

Dapur SPPG di Banyuasin Diduga Tak Higienis, Banyak Lalat dan Petugas Tak Gunakan APD

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, Onlineberita.id – Kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Sedulang Berkah Bersama Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III, didapati tidak memenuhi standar kebersihan dan kelayakan dasar.

Berdasarkan pantauan langsung tim media bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Rabu (8/10/2025) lalu, dapur tersebut terlihat jorok, dengan banyak lalat beterbangan di sekitar area penyimpanan bahan makanan dan peralatan memasak.

Sejumlah bahan makanan dibiarkan terbuka tanpa penutup, sementara lantai dan meja dapur dalam kondisi lengket dan tampak tidak dibersihkan secara optimal. Beberapa pegawai dapur, termasuk Kepala Dapur dan Ketua Yayasan, terlihat melakukan aktivitas memasak tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, masker, penutup kepala, maupun sepatu khusus.

SOP Tak Diterapkan

Kepala Dapur SPPG, Deri, saat dikonfirmasi, mengklaim pihaknya telah menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Tidak tersedia fasilitas pelindung bagi tamu maupun petugas yang memasuki area dapur.

“Kami sudah melakukan sesuai SOP, setiap yang masuk ke area dapur wajib menggunakan APD,” ujar Deri membela.

Ironisnya, saat kunjungan berlangsung, bahkan pihak Dinas Kesehatan yang turut mendampingi pun tidak menerapkan prosedur tersebut.

Respons Kontroversial

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Banyuasin, Willy Alkusari, menyayangkan kehadiran tim media dan menyebut bahwa wartawan harus memiliki izin dari pusat sebelum meliput aktivitas di dapur tersebut.

“Silakan urus ijinnya ke pusat sebelum datangi,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (10/10/2025).

Ia juga beralasan bahwa penggunaan pakaian sesuai SOP sangat penting untuk menjaga area dapur tetap steril.

Namun, tanggapan semacam ini justru menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen pengelola dapur terhadap prinsip transparansi dan standar kesehatan dasar yang seharusnya dijunjung tinggi, terlebih dapur SPPG mengelola makanan untuk kebutuhan gizi masyarakat.

Minim Kesadaran Keamanan Pangan

Kondisi ini memperlihatkan lemahnya pengawasan terhadap standar kebersihan dapur umum, terutama yang mengelola makanan berskala besar. Dalam konteks pemenuhan gizi dan pelayanan publik, aspek keamanan pangan dan higienitas menjadi hal fundamental yang tidak dapat ditawar.

Terkait kejadian ini, sempat beredar isu bahwa pihak pengelola akan melaporkan tim media kepada pihak berwenang. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai hal tersebut. (tim).

 

Editor : Martin

You cannot copy content of this page