BanyuasinHUKUMNasionalSumsel

Dinilai Tidak Sesuai Rencana Awal, Aktivitas Mega Proyek Trotoar Disetop Warga

32
×

Dinilai Tidak Sesuai Rencana Awal, Aktivitas Mega Proyek Trotoar Disetop Warga

Sebarkan artikel ini

Onlineberita.id Rabu 09 Oktober 2024.

 

Banyuasin – Mega proyek trotoar yang dikerjakan PT Samudera Perkasa Kontruksi, untuk mempercantik wajah kota Pangkalan balai dengan nilai hampir 20 miliar, disetop Puluhan warga perwakilan 5 RT di Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Aksi spontan tersebut imbas dari keresahan warga di RT. 014, RT 015, RT 022, RT 024 dan RT 025 yang terdampak langsung pembangunan trotoar tanpa dibangun siring terlebih dahulu, akibatnya baik rumah maupun tempat usaha warga digenangi air setiap kali hujan turun.

Hj. Diana Kusmila warga RT. 025 Kelurahan Kedondong Raye mengatakan jika pembangunan trotoar ini diduga terkesan asal jadi dan dipaksakan, bahkan pengawasan dari Dinas PUPR Banyuasin di lapangan nyaris tidak ada.

“Kami warga merasa sangat dirugikan, sebab pembangunan trotoar bukan untuk rakyat melainkan untuk para petinggi, tidak di bangunnya siring air di jalan masuk ke permukiman warga, begitupun tanjakan trotoar untuk masuk ke rumah terlalu tinggi kendaraan kami selalu nyangkut setiap melintas,” Ujarnya.

Diana menambahkan, sebelum pembangunan trotoar siring di sepanjang jalan Lintas Timur ini sudah ada, namun ketika pembangunan Trotoar dilaksanakan Siring yang ada ditimbun sehingga air tidak mengalir pada tempat yang semestinya, berimbas ke pemukiman warga.

“Jika memang izin pengalian siring dari jalur pertagas dan izin lain – lainnya belum selesai kenapa proyek ini tetap dikerjakan, harusnya diselesaikan terlebih dahulu jangan dipaksakan seperti ini,” Ucapnya.

Ditegaskan Diana, Jika warga Kedondong Raye mendukung Proyek Pembangunan Trotoar tersebut, namun kurangnya pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan DPRD Kabupaten Banyuasin, timbul permasalahan ini tidak dibangunnya siring.

“Kami warga tidak menghalangi pembangunan trotoar ini, bahkan kami mendukung penuh asal pekerjaan sesuai gambar pada saat sosialisasi di kantor camat Banyuasin 3 beberapa bulan lalu, kurang pengawasan dari Pemerintah Banyuasin dan Wakil Rakyat sehingga pembangunan tidak merata seperti ini, kami minta sepanjang jalan yang di bangun trotoar lengkap dengan siring berstandar SNI,” Tegasnya.

Ditempat yang sama, Muhammad Iqbal Ketua RW.08 Kelurahan Kedondong Raye mewakili 5 Ketua RT mengatakan bahwa pihaknya meminta pembangunan trotoar agar dibuatkan Siring.

“Aksi kami hari ini merupakan inisiatif sendiri, sebab mewakili warga kami yang menderita setiap turun hujan, air selalu menggenangi rumah warga akibat tidak adanya siring, jadi kami minta agar kami di buatkan Siring sebelum dibangunnya trotoar, permintaan kami siring standar pembangunan bukan yang asal-asalan,”Tegasnya.

Sementara Evand perwakilan PT Samudera Perkasa Kontruksi yang berada dilokasi berdalih, jika pembangunan trotoar yang mereka kerjakan sudah berdasarkan gambar RAP, meskipun menurut beberapa ketua RT mengatakan saat rapat di kantor camat Banyuasin 3 disepakati pembangunan siring berada di bawah trotoar.

“Kami pelaksana hanya mengerjakan apa yang tertuang di gambar, disana tidak ada bangunan siring, jika tidak percaya ayo perwakilan saja, kita ke Dinas PUPR Banyuasin mempertanyakan hal tersebut,” jawab Evand singkat. (Ma).

You cannot copy content of this page