BanyuasinBeritaInternasionalNasionalSumsel

Kerusakan Jalan Nasional, Jebakan Maut Bagi Penggunanya

60
×

Kerusakan Jalan Nasional, Jebakan Maut Bagi Penggunanya

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, 19 September 2025 – Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalintimsum) Palembang – Jambi yang ada di Kabupaten Banyuasin menjadi keluhan masyarakat. Jalur vital ini meski baru dua tahun lalu pernah dilakukan peremajaan namun kondisinya sangat mengkhawatirkan, banyaknya kondisi jalan keriting dan bergelombang akibat tak kuat menahan beban ratusan tonase yang melintas tiap harinya.

Catatan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian PUPR menunjukkan setiap tahun triliunan rupiah digelontorkan untuk sektor infrastruktur jalan nasional. Namun, alokasi anggaran besar itu tidak tampak hasilnya dilapangan terutama di Jalintim Sumatera Kabupaten Banyuasin yang menjadi jalur logistik Pembangunan Tol Palembang Betung.

”Kalau dilihat dari berbagai berita, anggaran jalan nasional setiap tahun besar. Tapi kenyataannya, Jalintim tetap rusak parah. sehingga muncul pertanyaan masyarakat kemana anggaran itu disalurkan,” sindir Ilham, Warga kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin.

Data publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan APBN PUPR mencatat belanja infrastruktur jalan nasional selalu menempati porsi besar. Namun fakta dilapangan menunjukkan ketimpangan sejumlah ruas jalintim di Sumsel tetap rusak parah bahkan menjadi jebakan maut yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kerusakan Jalintimsum terkesan dibiarkan, pemerintah hanya sibuk dengan janji perbaikan. Sementara setiap hari kami harus berjuang dengan nyawa melewati jalan keriting dan bergelombang ini dengan menggunakan roda dua, bahkan tercatat selama tiga bulan terakhir puluhan nyawa melayang akibat kondisi jalan Nasional rusak,” ujar Joni, salah seorang pengendara.

Tak hanya Kementerian PUPR, Masyarakat juga melayangkan kritik ke DPR RI Komisi lima dan DPRD Kabupaten Banyuasin komisi tiga. DPR RI Dinilai lemah dalam mengawasi kinerja pemerintah pusat, sementara DPRD Provinsi maupun Kabupaten dianggap hanya diam dan tidak serius menyuarakan aspirasi rakyat.

“Kalau DPR RI betul-betul bekerja, jalan nasional tidak akan separah ini kondisinya, Komisi lima harusnya turun langsung menekan Kementerian PUPR untuk segera di kerjakan, Sedangkan DPRD di daerah hanya sibuk serap aspirasi rakyat diatas kertas, tetapi diam ketika rakyat menderita jalan Nasional rusak berat ,” tegas Ari, salah seorang aktivis Banyuasin.

Ironisnya, ditengah kerusakan Jalan Nasional yang semakin parah, dana perbaikan untuk ruas Palembang – Betung justru minim. Mengutip pernyataan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel, hanya sekitar Rp2,5 milliar yang dialokasikan untuk pemeliharaan rutin. Angka itu jelas sangat terbatas dan tidak sebanding dengan panjangnya tingkat kerusakan Jalintimsum di KabupatenBanyuasin. (Tim).

You cannot copy content of this page