BanyuasinBeritaHUKUMKriminalNasionalSumselTNI/POLRI

Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Banyuasin Teridentifikasi, Polisi Telusuri Keluarga Korban

217
×

Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Banyuasin Teridentifikasi, Polisi Telusuri Keluarga Korban

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN, Onlineberita.id – Seorang perempuan tanpa identitas yang sempat diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ditemukan meninggal dunia di wilayah Parit 2, Desa Marga Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (4/5/2026) sore.

Peristiwa penemuan mayat tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di semak-semak pinggir jalan desa. Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui bukan warga setempat dan telah beberapa bulan terakhir terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi.

Saksi mata, Musalim, mengatakan korban sudah sekitar tiga bulan berada di kawasan tersebut dan kerap mencari makan di sekitar permukiman warga. “Korban bukan warga sini, sudah lama terlihat di jalan, kadang tidur di pondok pinggir jalan,” ujar Musalim, Senin.

Hal senada disampaikan saksi lainnya, Jumardin, yang terakhir melihat korban masih dalam kondisi hidup pada pukul 14.00 WIB. Namun, satu jam kemudian korban ditemukan sudah tidak bernyawa. “Sekitar jam tiga sore kami temukan korban di semak-semak, kondisinya sudah meninggal,” kata dia.

Petugas dari kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Marga Sungsang dan melakukan olah TKP awal. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim Identifikasi Satreskrim Polres Banyuasin menggunakan alat Inavis Portable System (IPS) guna memeriksa sidik jari korban.

Hasil identifikasi mengungkap bahwa korban berinisial SM (51), warga Ilir Barat I, tepatnya di Jalan Inspektur Marzuki, Kelurahan Siring Agung.

“Identitas korban sudah berhasil diketahui melalui pemeriksaan sidik jari. Saat ini kami masih berupaya menghubungi pihak keluarga,” ujar salah satu petugas kepolisian.

Sementara itu, untuk memastikan penyebab kematian, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum et repertum dari dokter forensik. Hingga kini, proses penyelidikan terus dilakukan, termasuk penelusuran lebih lanjut terkait riwayat korban sebelum ditemukan meninggal dunia. (*).

 

Editor : Martin

You cannot copy content of this page