Onlineberita.id Rabu 03 Juli 2024.
Banyuasin – Organisasi Masyarakat Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Banyuasin, kembali melakukan aksi unjuk rasa (Unras) damai di halaman Kantor Bupati Banyuasin. Rabu ( 3/7).
Aksi JPKP menindaklanjuti adanya Pelanggaran oleh oknum kepala SMPN di Kabupaten Banyuasin yang diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) Serta oknum guru P3K di SMPN yang sama, inisial T diduga tidak melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pengajar (Guru) berstatus P3K selama 6 bulan berturut-turut.

Indosapri ketua JPKP Banyuasin pada kesempatan itu dalam orasinya, mendesak PJ Bupati Banyuasin memerintahkan kepala Disdikbud Banyuasin memecat oknum Kepsek dan oknum guru P3K tersebut guna memulihkan nama baik dunia pendidikan di Bumi Sedulang Setudung yang kita cintai ini. Kata indo.
“Kita tidak ingin apa yang dilakukan oknum kepsek dan guru ditiru sekolah lainnya di Banyuasin, timpalnya.
Benar informasi, Kepsek telah mengembalikan dana tersebut namun hal itu tentu malah membenarkan bahwa dugaan pungli itu memang ada.
Tentu sudah sepatutnya kedua oknum ini langsung diberikan sanksi bukan sekedar teguran tetapi langsung di Pecat.
JPKP akan terus mengawal kasus ini hingga selesai sampai ke dua nya di pecat, kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak lagi guna mempertanyakan hal ini apakah kadisdik berani memecat kedua oknum ini.
Namun ketika kenyataan nanti Kadisdikbud tidak punya keberanian kami harap tanpa mengurangi rasa hormat silahkan mundur dari jabatan kepala Dinas. Tutupnya.
Masa JPKP disambut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin diawali Kepala Bidang Pembinaan SMP Supadi, S.Pd., M.Si, kesempatan itu ia menuturkan pihaknya telah turun ke sekolah, dari keterangan kepsek bahwa dana Rp. 200.000 tersebut telah dikembangkan ke wali murid, terkait kena itu terjadi, hal itu merupakan kesepakatan komite yang disepakati dana terkumpul untuk pembuatan jalan lingkungan sekolah. Berkenaan. dengan Guru P3K yang tidak pernah masuk dikarenakan yang bersangkutan sedang sakit.
“Untuk guru P3K jarang masuk karena yang bersangkutan sakit, saat kami turun ke sekolah ysb masih memakai infus jika dilepas langsung muntah – muntah serta ada tanda berobat dari rumah sakit. Tutupnya
Sempat ada tanggapan pedas dari ketua JPKP tidak menerima apa yang jadi penjelasan Supandi, murut Indo jika semua setuju tidak mungkin hal ini bisa samapi ke pihak JPKP artinya wali murid keberatan.
Indo dengan lantang meminta PJ Bupati Banyuasin mengevaluasi jabatan Kabid Pembinaan SMP dinilai gagal sebab ketika dipegang beliau banyak kegaduhan, harus segera dicopot. Tutupnya lantang. (Ma).












