BanyuasinBeritaNasionalPendidikanSumsel

Pengantaran Menu MBG Terlalu Pagi, Orangtua di Banyuasin Khawatir Risiko Keracunan

173
×

Pengantaran Menu MBG Terlalu Pagi, Orangtua di Banyuasin Khawatir Risiko Keracunan

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, Onlineberita.id – Sejumlah orangtua siswa di Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap waktu distribusi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai terlalu pagi. Kekhawatiran itu muncul karena jeda waktu yang cukup lama antara makanan tiba dan saat dikonsumsi oleh siswa.

Menurut penuturan warga, makanan MBG tiba di sejumlah sekolah sekitar pukul 07.07 WIB. Sementara waktu konsumsi makanan baru berlangsung pada saat istirahat pagi, sekitar pukul 09.30 WIB. Selama rentang waktu tersebut, makanan dibiarkan di suhu ruang tanpa penghangat khusus atau pendingin.

“Kami mendukung programnya karena baik untuk anak-anak. Tapi kalau makanan datang jam 7 dan baru dimakan jam 9, itu terlalu lama. Takutnya basi. Kita yang dewasa saja tidak mau makan makanan yang tidak segar, apalagi anak-anak,” kata Okta, salah seorang wali murid SDN 6 Banyuasin III, Selasa (7/10/2025).

Kekhawatiran Risiko Kesehatan

Keresahan ini semakin menguat setelah munculnya kasus keracunan massal di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada September lalu. Puluhan siswa dilaporkan mengalami mual dan muntah usai mengonsumsi makanan dari program serupa.

Dikutip dari laporan DetikNews, hasil uji laboratorium dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Salmonella dan Bacillus cereus. Kontaminasi ini diduga kuat disebabkan oleh lamanya rentang waktu antara penyiapan makanan hingga penyajian.

“Jangan sampai kejadian di Bandung terjadi di sini. Program ini kan bagus, tapi kalau tidak diperhatikan teknis pelaksanaannya, bisa membahayakan anak-anak,” tambah Okta.

Usulan Penyesuaian Jadwal Pengantaran

Para orangtua berharap pelaksana program MBG di Kabupaten Banyuasin dapat mengevaluasi waktu distribusi makanan agar lebih mendekati jam istirahat. Mereka juga mendorong agar menu disesuaikan dengan usia anak-anak agar tidak mubazir.

“Kami hanya ingin anak-anak makan dengan aman dan sehat. Jangan sampai niat baik pemerintah malah berdampak buruk. Dan tolong perhatikan juga menunya. Jangan sampai makanan gratis ini tidak dimakan karena tidak sesuai selera anak. Program ini tujuannya mencegah stunting, bukan malah bikin anak-anak sakit,” tegas Okta.

Evaluasi Diperlukan

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak penyelenggara program MBG di Kabupaten Banyuasin. Namun, sejumlah sekolah di Pangkalan Balai mengakui bahwa makanan memang tiba cukup pagi.

Pemerhati pendidikan dan kesehatan masyarakat menilai, aspek distribusi dan pengawasan mutu makanan menjadi kunci utama keberhasilan program MBG. Mereka menyarankan adanya evaluasi menyeluruh agar program ini benar-benar memberi manfaat optimal bagi siswa. (tim).

You cannot copy content of this page