Lubuklinggau, Onlineberita.id – Terkait adanya dugaan SPBU melakukan pengisian BBM jenis solar bercampur air yang mengakibatkan kendaraan roda empat jenis Truck, Bus dan Ambulance mengalami mogok, membuat heboh warga lubuklinggau, Medsos serta Awak media.
Menyikapi hal tersebut pihak dari pertamina serta polres lubuklinggau turun langsung kelapangan untuk menindak lanjuti masalah yang terjadi.
“Kami dari pertamina sudah menurunkan tim dan sudah berbicara dengan pihak SPBU Wijaya yang beralamat di Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II, mereka siap mengganti kerugian yang dialami para pelanggannya, kami juga sudah memberikan pembinaan ke pihak SPBU agar tidak beroperasi dulu sampai bisa memperbaiki kerusakan atau hal-hal yang kurang pantas untuk beroperasi, saat ini SPBU Wijaya telah menghentikan operasional nya,” ungkap Tjahyo Nikho Humas Pertamina Niaga Regional Sumbagsel saat diwawancarai Wartawan, Sabtu (30/3/24) Pukul 15.20 Wib.
Lanjut Tjahyo mengatakan, Penyebabnya adalah karena genangan air yang diakibatkan hujan deras tadi malam serta sistem drainasenya juga tidak berjalan dengan baik, sehingga air masuk kedalam melalui Oil kecer (Penampungan Minyak) yang ada didepan.
“Untuk jenis solar yang sudah dikeluarkan pihak SPBU sebanyak 1.200 liter, kami juga sudah menghimbau kepada semua SPBU di wilayah sumbagsel agar selalu mengecek sesuai SOP sebelum melakukan operasi,” ucap Tjahyo.
Ditempat yang sama Kapolres Lubuklinggau AKBP Indra Arya Yudha melalui Kanit Pidsus IPDA Dedi saat diwawancarai sejumlah wartawan mengatakan, Pihaknya sudah memintai keterangan dari pihak SPBU dan pertamina dan juga para sopir yang kendaraannya terkontaminasi akibat diduga BBM jenis solar saat pengisian bercampur air.
“Ada 14 unit kendaraan yang terkontaminasi saat pengisian BBM jenis solar yakni, 12 unit mobil Dum truck, 1 unit Bus serta 1 unit mobil Ambulance,” ungkap Dedi singkatnya. (Ma/Rill SMSI).












