BeritaKriminalMusi BanyuasinNasionalSumsel

Sumur Minyak Tradisional Bayung Lincir Kembali Memakan Korban, Lima Orang Mengalami Luka Bakar

69
×

Sumur Minyak Tradisional Bayung Lincir Kembali Memakan Korban, Lima Orang Mengalami Luka Bakar

Sebarkan artikel ini

Bayung Lincir, 10 September 2025 – Sebuah sumur minyak tradisional yang di kelola warga, berlokasi di Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) SumateraSelatan, kembali mengalami insiden kebakaran hebat yang terjadi kemarin sekira pukul 17.00 WIB sore.

Informasi awal diterima oleh Polsek Bayung Lincir mengenai adanya kobaran api yang membakar sumur minyak tradisional milik RI yang berdiri di atas lahan milik saudara WU tidak jauh dari jalan lintas timur.

Menindaklanjuti laporan tersebut Kapolsek Bayung Lincir IPTU M. Wahyudi, S.H segera memerintahkan Kanit Reskrim beserta anggota untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mendapati bahwa api masih menyala namun mulai mereda. Kanit Reskrim bersama anggota dan dibantu oleh masyarakat setempat langsung berupaya memadamkan api. Setelah sekitar 30 menit, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Dari kejadian tersebut, tercatat lima orang mengalami luka bakar akibat kebakaran dan langsung mendapat pertolongan medis di RS Bayung Lincir, saat ini Identitas para korban masih dalam pendataan lebih lanjut.

“Iya Benar, telah terjadi kebakaran. saat ini Api Sudah Padam dan anggota kita dilapangan masih dalam tahap penyelidikan” Ujar Kasi Humas Polres Muba IPTU Hutahean mewakili Kapolsek Bayung Lincir IPTU M. Wahyudi, S.H.

Lanjutnya, Polsek Bayung Lincir saat ini sudah mengambil tindakan dengan Melakukan cek dan olah TKP, lalu Memasang garis polisi (police line) untuk mengamankan area tersebut, lalu mengamankan barang bukti (BB) terkait insiden yang terjadi ke Mapolsek Bayung Lincir.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, untuk menghentikan seluruh kegiatan aktifitas illegal drilling dan ilegal refinery karena sangat membahakan semua yang ada di sekitar kegiatan” ujar Kasi Humas.

Saat ini, proses penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran serta kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum lainnya. (tim).

You cannot copy content of this page