BanyuasinBeritaNasionalSumselTeknologi

Biowash, Inovasi Pengelolaan Sampah Organik Jadi Pupuk di Banyuasin

105
×

Biowash, Inovasi Pengelolaan Sampah Organik Jadi Pupuk di Banyuasin

Sebarkan artikel ini

Pangkalan Balai, 3 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan sampah ramah lingkungan. Hal ini ditandai dengan peluncuran sistem pengelolaan sampah organik menggunakan teknologi Biowash, yang mampu mengubah sampah menjadi pupuk organik.

Kegiatan launching dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN Eng, didampingi Asisten I Izro Maita dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuasin Dr. H. Sazili Mustofa, SE., M.Si, pada Jumat (3/10) di Pangkalan Balai.

Sekda Erwin dalam sambutannya menyatakan bahwa langkah ini merupakan inovasi penting dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya jenis organik yang jumlahnya cukup besar.

“Sampah organik jika dibiarkan bisa menimbulkan masalah lingkungan. Namun jika dikelola, justru memberi manfaat besar. Melalui Biowash, sampah diolah menjadi pupuk organik atau media tanam yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama sektor pertanian dan penghijauan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa program ini bukan hanya soal pengolahan sampah, melainkan bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan menuju Banyuasin Bangkit, Adil, Sejahtera, dan Berkelanjutan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan.

 

Tiga Imbauan Penting dari Sekda:

1. Kepada UPTD Persampahan dan Bank Sampah – Agar terus meningkatkan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan, dari pengumpulan hingga pemanfaatan.

2. Kepada camat, lurah, dan kepala desa – Untuk mendorong partisipasi aktif warga dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

3. Kepada perusahaan di Banyuasin – Agar turut mendukung melalui program CSR dalam bentuk fasilitas, sarana, atau kemitraan pengolahan sampah organik.

Sementara itu, Kepala DLH Banyuasin Sazili Mustofa menyebut bahwa teknologi Biowash merupakan bagian dari visi menjadikan Banyuasin sebagai pelopor pengelolaan sampah ramah lingkungan di Sumatera Selatan.

“Dengan Biowash, sampah yang tadinya jadi masalah kini bisa jadi solusi. Kami ingin Banyuasin dikenal tak hanya sebagai lumbung pangan, tapi juga sebagai daerah yang inovatif dalam pengelolaan lingkungan,” tegasnya.

Program ini sekaligus mendukung gerakan Banyuasin Bebas Sampah dan penguatan ekosistem pertanian berkelanjutan di tingkat lokal. (Tim).

You cannot copy content of this page