BanyuasinBeritaEconomyNasionalSumsel

Antrean Solar Mengular di Jalintim Palembang–Betung, Picu Kemacetan Parah

491
×

Antrean Solar Mengular di Jalintim Palembang–Betung, Picu Kemacetan Parah

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, Onlineberita.id – Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali terjadi di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter dan memicu kemacetan di ruas utama penghubung Palembang-Betung, peristiwa ini terpantau pada Minggu (15/02/2026) dan belum menunjukkan tanda-tanda teratasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean terpusat di SPBU 24.307.24 yang berada di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, kendaraan yang mengantre didominasi truk angkutan barang dan mobil diesel roda empat, barisan kendaraan bahkan meluber hingga ke badan jalan sehingga memperlambat arus lalu lintas.

Kemacetan terjadi karena kendaraan besar parkir memanjang di sisi jalan sambil menunggu giliran mengisi solar bersubsidi, kondisi ini menyebabkan kendaraan kecil kesulitan melintas, terutama pada jam-jam padat.

Sejumlah sopir mengaku harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan solar, mereka menyebut kelangkaan dan keterlambatan distribusi menjadi penyebab antrean menumpuk di satu titik SPBU.

“Saya sudah antre lama belum juga sampai ke pompa, kalau begini terus, kami bisa rugi karena barang terlambat sampai tujuan,” ujar Rudi (45), sopir truk angkutan sembako.

Menurut Rudi, kondisi ini bukan pertama kali terjadi, ia bahkan harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain karena kehabisan stok.

“Kadang di SPBU lain sudah habis, jadi numpuk di sini semua,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Andi (38), sopir travel yang rutin melintas di Jalintim, ia mengatakan kemacetan akibat antrean solar mengganggu jadwal perjalanan dan memicu protes penumpang.

Macetnya panjang sekali apalagi sebelum masuk kota, karena truk parkir sampai ke badan jalan, penumpang jadi protes karena kami terlambat, harusnya ada pengaturan atau penambahan stasiun khusus solar supaya tidak mengganggu arus lalu lintas,” katanya.

Dampak kemacetan juga dirasakan pengguna jalan lain, Siti (29), warga Pangkalan Balai yang hendak menuju Palembang, mengaku perjalanannya terhambat akibat antrean tersebut.

“Biasanya lewat sini lancar, tapi hari ini macet, kendaraan kecil susah lewat karena jalannya sempit dan dipenuhi truk antre solar,” ujarnya.

Fenomena antrean solar ini memunculkan harapan agar pihak terkait segera mengambil langkah tegas, baik dalam memastikan kelancaran distribusi solar bersubsidi maupun pengaturan antrean di SPBU agar tidak memakan badan jalan, hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan masih terlihat mengular dan arus lalu lintas di Jalintim Palembang-Betung terpantau tersendat. (Red).

You cannot copy content of this page