BanyuasinBeritaEconomyNasionalSumsel

Dorong Daya Saing Produk Peternakan, Banyuasin dan Pemprov Sumsel Luncurkan Sertifikasi Unggas Petelur Bebas Residu

49
×

Dorong Daya Saing Produk Peternakan, Banyuasin dan Pemprov Sumsel Luncurkan Sertifikasi Unggas Petelur Bebas Residu

Sebarkan artikel ini

Sembawa, Onlineberita.id – Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas produk peternakan lokal melalui Deklarasi Sertifikasi Serentak Budidaya Unggas Petelur. Kegiatan ini dipusatkan di Dusun II, Desa Pulau, Kecamatan Sembawa, Kamis (11/9/2025).

Dalam deklarasi tersebut, secara simbolis diserahkan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Good Farming Practice (GFP) kepada para pengusaha unggas petelur oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, SH., MM, didampingi Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, SP.

Program ini menjadi langkah nyata untuk memastikan telur asal Banyuasin bebas dari residu antibiotik dan Salmonella, sekaligus memenuhi standar keamanan pangan nasional dan internasional.

“Ini adalah bentuk komitmen kita untuk meningkatkan kualitas, higienitas, dan daya saing produk unggas Banyuasin. Sertifikasi ini bukan hanya menjamin keamanan konsumsi, tapi juga membuka peluang pasar lebih luas, termasuk ekspor,” ujar Netta Indian, Wakil Bupati Banyuasin.

Netta menambahkan, Kabupaten Banyuasin saat ini merupakan penghasil telur terbesar di Sumatera Selatan, dengan produksi mencapai 400 ton per hari, sehingga penting untuk menjaga mutu dan keberlanjutan industri peternakan unggas.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menyebutkan bahwa sertifikasi ini merupakan bentuk dorongan pemerintah kepada pelaku usaha agar lebih percaya diri memasarkan produknya, baik di pasar lokal maupun nasional.

“Sertifikasi resmi seperti ini menambah kepercayaan konsumen dan memperkuat posisi Sumsel sebagai lumbung telur nasional. Kami juga mendorong BUMD untuk ikut menjadi mitra distribusi guna memperluas jangkauan pasar,” kata Deru.

Ia juga menekankan pentingnya biosekuriti dan standar peternakan higienis dalam menciptakan industri peternakan yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Sumsel dan Kabupaten Banyuasin, camat, kepala desa, serta para pelaku usaha unggas petelur se-Sumatera Selatan yang tergabung dalam paguyuban.

Dengan adanya program sertifikasi ini, Pemkab Banyuasin optimistis produk unggas lokal tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi komoditas unggulan yang mampu menembus pasar nasional dan internasional. (*).

 

Editor : Martin 

You cannot copy content of this page