BanyuasinNasional

Jajanan Takjil Mengandung Bahan Berbahaya Ditemukan

35
×

Jajanan Takjil Mengandung Bahan Berbahaya Ditemukan

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, OnlineBerita.id – Setiap bulan puasa ramadhan tradisi menjual jajanan takjil Dangan rasa manis dan berwarna menarik, seperti cendol, cincau, kolang kaling dan jajanan lainnya menjadi favorit untuk menu berbuka. Tetapi sangat disayangkan jika jajanan tersebut mengandung bahan berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit serius bagi yang mengkonsumsinya. Ini terlihat dengan hasil pengambilan sampel pada saat sidak pasar oleh tim gabungan pemkab banyuasin.

Bupati Banyuasin H Askolani menugaskan dinas koperindag bersama sama Balai Besar POM, dinas kesehatan, dinas ketahanan pangan, satpol PP, Polres Banyuasin, Kejari Banyuasin dan pihak terkait lainnya untuk melakukan sidak pasar guna menjamin bahan pangan terbebas dari peredaran bahan berbahaya.

Tim gabungan ini di pimpin asisten II HM Yusuf, didampingi kadis koperindag Erwin Ibrahim, Kadis kesehatan Rini Pratiwi, Kadis ketahanan pangan Masita, Kasat Reskrim Polres banyuasin AKP Harry Dinar, Aquirina Leonora Ahli Madya Substansi Pemeriksaan BBPOM di Palembang, Camat Talang Kelapa Salinan beserta perwakilan opd lain.

“Kami telah melakukan pengambilan sampel sebanyak 15 sampel bahan makanan, seperti mie, cendol, cincau, dawet, tahu, dan lainnya di temukan ada satu bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya yaitu cendol berwarna merah, sedangkan ada ditemukan lagi bahan yang dicurigai dan perlu dilakukan pengujian lab yang lebih lanjut,” menurut asisten II HM yusuf.

Selain melakukan pengujian Diskoperindag juga menyita bahan pangan mengandung bahan berbahaya tersebut, dan melakukan penelusuran produsen makanan bersama pihak Polres banyuasin melakukan pengecekan langsung ke tempat produksinya, dan tindakan tegas akan dilakukan agar tidak terjadi berulang ulang setiap tahun.

“Ini terbukti dari lima belas sample hanya satu yang masih mengandung bahan berbahaya, sedangkan bahan lain di tahun lalu ada, di tahun ini tidak ada lagi, agar efek jera dapat diberlakukan guna menjamin ketersediaan dan keamanan bahan pangan di masyarakat”, ungkap Erwin Ibrahim.

Jajanan Takjil mengandung bahan berbahaya ditemukan di pasar Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa, sidak ini juga direncanakan berlanjut ke pasar pasar lain di wilayah banyuasin. (MT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page