Banyuasin – Rusak beratnya jalan menuju Desa Talang Kemang yang diklaim sebagai milik PT Melania kini berubah menjadi kubangan lumpur dan menghambat semua aktivitas warga.
Forum Masyarakat Talang Kemang menuntut perhatian serius dari pemerintah dan pihak perusahaan, agar jalan tersebut segera diperbaiki.
Warga Talang Kemang Supeno menyebutkan bahwa masyarakat telah lama menderita akibat kondisi jalan yang buruk dan sulit untuk dilalui.
“Kami ingin hak kami sebagai warga desa dipenuhi. Ini bukan hanya soal jalan, tapi juga soal keadilan dan tanggung jawab sosial perusahaan,” ujarnya.
Keluhan dari masyarakat menyampaikan tuntutan yang mereka nilai sangat mendesak, meminta PT Melania membuka akses jalan yang selama ini dikuasai perusahaan.
“Jalan tersebut merupakan jalur penting bagi masyarakat desa, namun kondisinya kini memprihatinkan akibat kurangnya perhatian dari pihak perusahaan. Kami minta Audit Program CSR yang dinilai tidak memberikan manfaat nyata,” ucapnya.
Selain itu, Forum masyarakat menuntut investigasi terkait dugaan pencemaran limbah dari aktivitas perusahaan dan mendesak pemerintah mencabut izin operasi PT Melania karena dianggap tidak memenuhi tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Masyarakat meminta pemerintah mengambil tindakan hukum atas dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Melania. Termasuk penunggakan gaji karyawan, penguasaan lahan terlantar dan kegiatan tanam yang melanggar izin.
“Kami meminta seluruh kegiatan operasional PT Melania dihentikan sementara hingga investigasi selesai dilakukan untuk mencegah kerugian lebih lanjut”.
Sementara Anggota DPRD Banyuasin Komisi 4 Sukardi mengatakan, DPRD Banyuasin akan mendampingi warga untuk pertemuan dengan PT Melania.
“Bagian aspirasi rakyat tentunya akan kami perjuangkan mulai dari kondisi jalan yang sangat tidak layak untuk dilalui sampai dengan gaji karyawan yang belum di bayar pihak perusahaan,” tutupnya. (Tin).












