BeritaNasionalPolitikTNI/POLRI

Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman: Sentralistik Demokratik untuk Pertumbuhan Ekonomi Stabil

35
×

Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman: Sentralistik Demokratik untuk Pertumbuhan Ekonomi Stabil

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah tengah mengupayakan berbagai langkah strategis untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., Penasehat Khusus Presiden Bidang Urusan Pertahanan Nasional, menyatakan bahwa pendekatan Sentralistik Demokratik (Sendem) perlu diterapkan guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan merata.

Hal tersebut disampaikan Dudung saat menerima kunjungan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus di ruang kerjanya pada Senin, 6 Januari 2025. Dudung didampingi Kolonel Czi Asep Sugiharto, Asisten I Penasehat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, dan Khalid Zabidi, anggota tim ahli.

Sentralistik Demokratik adalah sistem pemerintahan yang menggabungkan unsur sentralisasi dan demokrasi. Pengambilan keputusan dan pengawasan terpusat pada pemerintah pusat, tetapi tetap melibatkan perwakilan rakyat sesuai prinsip demokrasi,” papar Dudung.

Efisiensi dan Keseimbangan Pemerintahan

Menurut Dudung, sistem Sentralistik Demokratik bertujuan menciptakan keseimbangan antara efisiensi pemerintahan dan partisipasi rakyat. Efisiensi pemerintahan berarti proses pengambilan keputusan yang efektif, penggunaan sumber daya secara optimal, pelayanan publik yang transparan dan berkualitas, serta pengurangan prosedur birokrasi yang memperlambat kinerja.

“Dengan Sendem, pembangunan dapat lebih merata di seluruh wilayah Indonesia karena meskipun kekuasaan terpusat, setiap keputusan tetap mempertimbangkan aspirasi rakyat melalui mekanisme demokrasi,” jelas Dudung.

Stabilitas Politik dan Efisiensi Birokrasi

Ketua Umum SMSI, Firdaus, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyoroti dampak positif penerapan Sentralistik Demokratik dalam bidang politik. Menurutnya, sistem ini dapat menciptakan stabilitas politik, memperkuat koordinasi antarlembaga pemerintah, serta mempermudah integrasi kebijakan nasional.

“Sentralistik Demokratik memungkinkan pengawasan dan kontrol dari pusat yang lebih efektif. Efisiensi birokrasi akan terwujud dengan pemangkasan prosedur yang tidak perlu, sehingga sumber daya dan anggaran dapat dioptimalkan,” ujar Firdaus.

Firdaus juga menambahkan bahwa sistem ini mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan efisien, yang sangat penting untuk menghadapi dinamika global dan meningkatkan daya saing bangsa.

Pendekatan Sentralistik Demokratik yang diusulkan Jenderal Dudung tidak hanya bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, menciptakan stabilitas politik, dan meningkatkan efisiensi pemerintahan. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks di era modern. (Tin)

You cannot copy content of this page