Pangkalan Balai – Kapolres Banyuasin, AKBP Ruri Prastowo, SH, SIK, MIK, menegaskan komitmen Polres Banyuasin dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas Presiden Republik Indonesia. Komitmen ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin, Selasa (7/01/25).
Dalam rapat tersebut, Kapolres mengajak berbagai pihak, mulai dari perusahaan kehutanan negara (Inhutani), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), hingga petani swadaya, untuk bersinergi mewujudkan ketahanan pangan di wilayah Banyuasin.
“Kami di Polres Banyuasin siap menjadi motor penggerak dalam mendukung program ini. Kami berharap seluruh mitra perkebunan dapat bekerja sama dengan baik agar ketahanan pangan dapat tercapai dalam waktu yang singkat,” ujar AKBP Ruri Prastowo.
Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya akan berperan aktif dalam pengelolaan lahan-lahan yang akan ditanami jagung pakan seperti BC.18, BC.23, Pioneer 32, dan 88. Kabupaten Banyuasin, dengan luas lahan perkebunan mencapai 14.408,31 hektar, dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung program ini. Hasil panen nantinya akan disalurkan ke Bulog untuk memenuhi kebutuhan pakan dan menstabilkan harga.
Rencana peluncuran program ketahanan pangan ini dijadwalkan berlangsung di SMKN PP Sembawa pada 15–20 Januari 2025.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten II Setda Kabupaten Banyuasin, Noor Yosept Zaath, ST, MT, memberikan arahan agar dinas pertanian segera berkoordinasi dengan perusahaan yang siap menyediakan lahan untuk tumpangsari jagung.
“Kami akan memastikan pelaksanaan penanaman jagung ini sesuai dengan standar teknis agar hasilnya optimal dan berkualitas. Program ini bukan hanya seremonial, melainkan harus memberi dampak nyata,” ujarnya.
Hasil panen jagung diharapkan dapat membantu mengurangi inflasi, terutama yang dipicu oleh tingginya ketergantungan pada pakan jagung impor. Dengan demikian, ketahanan pangan di Kabupaten Banyuasin diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan, menjaga stabilitas harga, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Polres Banyuasin, dan mitra perkebunan menjadi kunci utama keberhasilan program ini.












