BanyuasinBeritaNasionalSumsel

Teknologi Biowash untuk Olah Sampah Organik Jadi Pupuk

47
×

Teknologi Biowash untuk Olah Sampah Organik Jadi Pupuk

Sebarkan artikel ini

Sembawa, Onlineberita.id – Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Salah satu terobosan terbaru adalah peluncuran pemanfaatan teknologi Biowash, yang mampu mengolah sampah organik menjadi pupuk berkualitas tinggi. Program ini diharapkan dapat mendukung pengurangan sampah sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Kegiatan launching pengelolaan sampah dengan teknologi Biowash digelar di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Rabu (8/10/2025). Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., bersama jajaran pejabat daerah, di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. Ir. Izro Maita, M.Si., Kepala DLH Dr. Zazili Mustopa, S.E., M.Si., Camat Sembawa Drs. Erman Taufik, M.M., serta para penyuluh pertanian dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Netta Indian menyampaikan bahwa teknologi Biowash merupakan langkah strategis Pemkab Banyuasin dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah. “Sampah rumah tangga yang sebelumnya menjadi permasalahan kini dapat menjadi peluang ekonomi. Pupuk organik hasil olahan Biowash ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membantu petani mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” ujar Netta.

Teknologi Biowash, menurut Kepala DLH Zazili Mustopa, menggunakan proses fermentasi ramah lingkungan yang mempercepat penguraian bahan organik menjadi pupuk siap pakai. “Selain mengurangi bau tidak sedap, pupuk hasil Biowash memiliki kandungan nutrisi lebih baik dibandingkan pupuk konvensional. Inovasi ini juga mendukung program Banyuasin Zero Waste,” jelasnya.

DLH Banyuasin menargetkan penerapan teknologi Biowash ini dapat diperluas ke berbagai wilayah melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan bank sampah dan kelompok masyarakat. Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan, hasil olahan pupuk organik diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi warga.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi “Banyuasin Bangkit, Adil, dan Sejahtera Berkelanjutan”, dengan pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular dan berwawasan masa depan. (*).

 

Editor : Martin

You cannot copy content of this page