Banyuasin, Onlineberita.id – Proyek pembangunan tugu Selamat Datang di Kota Pangkalan Balai yang berada di kawasan perbatasan Kelurahan Kayuara Kuning dan Desa Tanjung Agung, kembali menuai kritik tajam.
Tiga buah lubang besar di sisi trotoar, tepat di area tugu batas kota, dinilai membahayakan pengguna jalan dan bahkan telah menimbulkan banyak kecelakaan.
Insiden terbaru terjadi pada Minggu (7/12/2025). Sebuah minibus dari arah Palembang menuju Pangkalan Balai terperosok ketika hendak menepi. Ban depan kiri mobil amblas ke dalam lubang kontrol aliran air yang dibiarkan terbuka tanpa penanda. Benturan kuat membuat ban pecah dan menyebabkan kerusakan pada bagian kaki-kaki, sehingga kendaraan tak bisa langsung diperbaiki di lokasi.
Martin, pengemudi yang menjadi korban, mengaku tidak melihat adanya tanda peringatan di sekitar lubang kontrol parit tersebut.
“Tidak ada tanda peringatan. Area tugu itu luas, sering dipakai setiap pengguna jalan untuk menepi dan istirahat. Karena tidak terlihat, ban langsung jatuh ke dalam lubang dekat trotoar. Kejadian ini kami sangat dirugikan,” ujarnya.
Proyek trotoar sekaligus tugu selamat datang di Kota Pangkalan Balai yang dikerjakan PT Samudera Perkasa Konstruksi tersebut diketahui menelan anggaran sekitar Rp20 miliar. Sejak awal, sejumlah warga menyoroti kualitas pengerjaan yang dinilai tidak rapi. Beberapa titik terlihat belum dibersihkan sepenuhnya, meninggalkan potensi bahaya bagi kendaraan yang melintas.
Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah ditelusuri beberapa pengendara disebut banyak menjadi korban di lubang yang sama.
“Ini jalan utama. Banyak kendaraan yang menepi tanpa hati-hati ikut menjadi korban, Jangan sampai ada kecelakaan lebih parah baru lubang ini diperbaiki,” kata Nasar, warga Sungai Lilin yang pernah menjadi korban serupa.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuasin segera melakukan pengamanan dan perbaikan. Tiga lubang di area tugu itu dianggap tidak layak dibiarkan terbuka, terlebih berada di jalur lalu lintas yang ramai dan sering menjadi titik istirahat pengemudi antar-kota.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Banyuasin belum memberikan tanggapan resmi mengenai penyebab lubang dibiarkan terbuka dan kapan rencana perbaikan di lokasi tersebut dilakukan. (*).
Editor : Martin













