BanyuasinBeritaEconomyNasionalSumselTeknologi

Warga Binaan Lapas Banyuasin Panen 1 Ton Melon Inthanon, Dukung Ketahanan Pangan

33
×

Warga Binaan Lapas Banyuasin Panen 1 Ton Melon Inthanon, Dukung Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN, Onlineberita.id – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin, Sumatera Selatan, berhasil memanen satu ton melon jenis Inthanon pada Rabu (28/10/2026). Hasil panen tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian sekaligus mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan.

Kegiatan panen ini menjadi bagian dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan. Melalui program tersebut, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam kegiatan pertanian untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Dalam proses budidaya, warga binaan mendapatkan pengalaman praktik mulai dari penanaman, perawatan tanaman, hingga pemanenan. Kegiatan ini dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan kerja sekaligus mendorong kemandirian setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Reza Meidiansyah Purnama, mengatakan, panen satu ton melon Inthanon tersebut menjadi salah satu hasil pelaksanaan program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada keterampilan produktif.

“Panen satu ton melon Inthanon ini menjadi hasil dari proses pembinaan kemandirian yang kami jalankan sesuai dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan tidak hanya bermanfaat selama menjalani pembinaan, tetapi juga dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Reza.

Menurut dia, pembinaan melalui sektor pertanian perlu terus dikembangkan agar warga binaan memiliki pengalaman kerja, memahami proses produksi, dan menguasai keterampilan yang relevan untuk menunjang kehidupan setelah bebas.

Selain menjadi sarana pembinaan, budidaya melon Inthanon juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik dalam pengembangan keterampilan warga binaan maupun dalam mendukung program ketahanan pangan.

Lapas Kelas IIA Banyuasin berupaya mengembangkan kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui program ini, warga binaan diharapkan mampu membangun keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat. Pelaksanaan panen berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (*).

 

Editor : Martin

You cannot copy content of this page